Tampilkan postingan dengan label Roy Suryo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roy Suryo. Tampilkan semua postingan

6 Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

Posted by Unknown Selasa, 15 Januari 2013 0 komentar
Kemarin, Roy Suryo telah resmi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Roy dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Selasa (15/1).

Setelah jadi Menpora, Roy tidak melulu bersikap formal. Dia mau naik mobil antik milik rekannya, Hartawan Setjodiningrat menuju kantor Kemenpora. Hartawan adalah Dewan Penasehat Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMI).

Tapi bukan berarti Roy melupakan pekerjaan barunya. Ia janji akan membuat gebrakan demi mengangkat prestasi olahraga nasional.

Berikut aksi dan gebrakan Roy Suryo setelah dilantik:

1. Naik mobil eks Soekarno

Setelah dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo langsung naik mobil tua bekas mantan Presiden Soekarno dan Jenderal Soedirman. Mobil tua jenis Chrysler Windsor Limo 1947 itu dinaiki bersama istrinya, Ismarindayani Priyanti.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

Roy selesai dilantik sekitar pukul 15.30 WIB. Dan keluar dari Istana Negara sekitar pukul 15.50 WIB. Setelah itu, dia langsung masuk mobil berwarna cokelat yang sudah terparkir di depan halaman Istana Negara tersebut. "Iya, saya mau naik mobil itu," kata Roy di halaman Istana Negara Jakarta, Selasa (15/1).

Meski mobil tua, mobil yang ditumpangi Roy tampak masih kinclong. Di depannya langsung di pasang bendera merah putih dengan nomor polisi B 253.

2. Tak mau cengengesan

Selama ini, Roy bebas bersikap apa saja. Bahkan saat menjadi anggota DPR.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

Tapi kali ini tidak. Ia akan menjaga sikap sebagai pejabat negara.� "Tapikan biasanya saya ketawa-ketawa. Ini ngga boleh ketawa, harus formal. Kalau ketawa harus untuk selesaikan masalah PSSI," kata Roy kemarin.

3. Tak mau dipanggil Pak Menteri

Setelah jadi menteri, Roy mengaku tidak ingin dipanggil Pak Menteri seperti menteri lainnya. Ia ingin dipanggil biasa saja seperti Pak Roy.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

Hal itu ia ungkapkan saat dipanggil oleh wartawan di Istana Negara dengan sebutan Pak Menteri. "Panggil biasa aja lah," sahutnya lantas tertawa.

4. Tak boleh ada yang main proyek

Dalam hitungan jam setelah dilantik, Roy Suryo langsung menebar ancaman kepada bawahannya. Ia tidak ingin ada pegawai Kemenpora main proyek.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

"Malam ini juga, saya langsung berkoordinasi dengan 5 divisi saya dan 5 divisi itu akan saya berikan 1 kata clue Kementerian Pemuda dan Olahraga itu hanya teknis soal pemuda dan olahraga. Tidak boleh ada urusan soal-soal proyek, uang dan sebagainya," tandasnya.

5. Tak mau ada seremoni

Usai dilantik, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo langsung menuju kantor barunya di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta. Saat tiba di sana, Roy mengaku tidak ingin disambut secara berlebihan oleh anak buahnya saat mulai ngantor.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

"Hari ini (kemarin) saya bilang pada kantor Kemenpora, kita tidak usah terlalu banyak upacara-upacara seremonial. Hari ini saya akan langsung ke kantor Kemenpora dan semua urusan yang masih ada di tangan Pak Agung akan saya minta serah terima sekarang juga," kata Roy di Istana Negara, Selasa (15/1).

Setelah melakukan serah terima, Roy juga akan mengikuti acara pisah sambut yang dihadiri langsung oleh mantan Menpora Andi Mallarangeng. Setelah itu, Roy mengatakan segera bekerja dan menjalani seluruh tugas-tugasnya. Dia meminta tidak ada lagi yang korupsi dan main proyek.

6. Hanya akui PSSI

Kepada wartawan, dirinya menegaskan hanya akan ada satu organisasi yang diakui pemerintah, yakni Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Dengan demikian, pemerintah harus berani mengambil tindakan dan akan menanggung konsekuensinya jika terjadi masalah.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

"Konsekuensinya akan saya tanggung, apakah itu akan digugat dan sebagainya. Saya sangat yakin gugatan dalam bidang olahraga itu konsekuensi yang bukan perdata apalagi pidana, tapi arbitrase," tandasnya.

Sumber : merdeka.com



Baca Selengkapnya ....

Roy Suryo Akan Bubarkan PSSI/KPSI?

Posted by Unknown 0 komentar
Politisi Partai Demokrat Roy Suryo meninggalkan Istana Negara setelah memenuhi panggilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Jumat (11/1/2013). Roy Suryo menyatakan dirinya telah ditunjuk Presiden sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru menggantikan Andi Alfian Mallarangeng.

Calon Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, akan mengambil langkah cepat dalam kisruh dualisme di tubuh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Salah satu opsi yang menjadi pertimbangan adalah dengan membubarkan salah satu organisasi penyelenggara sepak bola di tanah air itu.

"Yang paling krusial itu masalah PSSI, saya tidak punya kepentingan dengan dua tokoh itu. Insya Allah bisa dibereskan, saya jelaskan, pembubaran termasuk salah satu pilihan," ujar Roy, Senin (14/1/2013) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Politisi Partai Demokrat yang baru saja ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu berharap agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia akibat adanya dualisme kepengurusan antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) itu.

"FIFA memberi target sebelum 16 Maret sudah harus selesai. Yang satu mengaku de jure, sementara KPSI mengaku de facto; ini harus diselesaikan," imbuhnya.

Sejak ditunjuk Presiden SBY pada Jumat pekan lalu, Roy juga telah mengumpulkan lima deputi di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Rencananya, besok, Selasa (15/1/2013), Roy akan segera dilantik dan sah menjalankan tugasnya sebagai Menpora. Pekerjaan rumah Roy sebagai Menpora yang paling mendesak adalah persoalan dualisme PSSI.

Sepak bola Indonesia sebelumnya terancam sanksi FIFA. Hal itu tertuang dalam surat FIFA tertanggal 26 November 2012 kepada Menteri Pemuda dan Olahraga mengenai penyelesaian dualisme kompetisi ataupun kepengurusan organisasi sepak bola Indonesia. FIFA memberi tenggat waktu kepada Indonesia hingga 10 September lalu untuk menyelesaikan berbagai masalah tersebut.

Namun, tenggat waktu itu akhirnya diperpanjang. FIFA akan kembali menggelar rapat exco pada 13 Februari 2013, sementara PSSI diberi tenggat waktu hingga rapat exco berikutnya, 30 Maret 2013.

Sumber : kompas.com


Baca Selengkapnya ....

Kok Bisa Pilihan SBY Jatuh kepada Roy Suryo?

Posted by Unknown Kamis, 10 Januari 2013 0 komentar
Kok Bisa Pilihan SBY Jatuh kepada Roy Suryo?Roy Suryo

Politisi Demokrat Roy Suryo, Jumat (11/1/2013), memastikan bahwa ia adalah Menteri Pemuda Olahraga yang ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Andi Mallarangeng. Pagi ini, ia menjalani fit and proper test di Istana Negara, Jakarta. Sejak Andi mundur dari kursi Menpora, awal Desember 2012, posisinya sementara dijabat Menko Kesra Agung Laksono.

"Tadi sudah disampaikan bahwa Presiden sudah tunjuk saya. Selanjutnya akan dilantik. Saya belum tahu kapan dilantiknya, diminta siap-siap," kata Roy, seusai bertemu Presiden.

Kabar bahwa Roy ditunjuk sebagai Menpora sempat disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, Kamis (10/1/2013). Pilihan terhadap Roy terbilang mengejutkan lantaran pria berkumis itu lebih kerap tampil sebagai pengamat telematika dan anggota Komisi I DPR. Roy juga tidak menempati posisi strategis dalam kepengurusan Partai Demokrat. Ia menjabat sebagai Sekretaris Divisi Pembinaan Anggota Partai Demokrat.

Posisi Roy di Demokrat jelas kalah jauh dibandingkan para politisi Demokrat lain yang santer disebut menduduki kursi Menpora, yakni Wakil Sekretaris Jenderal Saan Mustopa dan Wakil Sekretaris Jenderal Ramadhan Pohan. Lalu, mengapa Presiden SBY memilih Roy?

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yudha AR menilai, pemilihan Roy Suryo sebagai Menpora tidak lepas dari faksi-faksi yang ada di kubu Partai Demokrat. Roy dinilai tidak terlibat langsung dalam dinamika pertarungan kubu-kubu di internal Partai Demokrat.

"Selain itu, Roy juga sangat jarang memberikan komentar khusus soal dinamika internal Partai Demokrat, seperti Anas versus Cikeas, beda dengan nama-nama, seperti Ruhut, Sutan, Saan, Pasek," kata Hanta, Jumat (11/1/2013), saat dihubungi wartawan.

Menurut dia, Roy bisa dibilang netral dan tidak terlalu dekat dengan kubu Anas. Pada Kongres Demokrat lalu, Roy merupakan salah satu pendukung Andi Mallarangeng, tetapi ia juga tidak terlibat langsung dalam pertarungan antarfaksi.

"Meski juga tidak terlalu dekat dengan Cikeas, loyalitasnya relatif baik. Jadi resistensi dari internal tidak akan terlalu kuat," kata Hanta.

Selama ini, Hanta menilai, Presiden SBY tidak pernah menempatkan kader Demokrat dari kubu Anas menjabat sebagai menteri. "Sehingga posisi Roy Suryo relatif mendapat kepercayaan dari SBY," katanya.

Sumber : kompas.com

Baca Selengkapnya ....

Tiket

Popular Posts

LAYANAN TIKET PESAWAT MURAH support SENI BERBELANJA DI RUMAH - Original design by Bamz | Copyright of Berbagi Berita Terkini.