Wanita Gemuk Pun Bisa Tampil Gaya

Posted by Unknown Senin, 02 Juni 2014 0 komentar

Wanita Gemuk Pun Bisa Tampil Gaya

Desain busana pemilik tubuh besar.

Ada pemandangan menarik yang terjadi di panggung atrium Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu, 31 Mei 2014. Dalam peragaan busana X to X Plus Size, sekitar dua belas wanita bertubuh besar tampil percaya diri berjalan lenggak-lenggok bak model profesional.


Menurut Yuky Stephanie, para wanita istimewa ini memperagakan label miliknya, X to X Plus Size yang ikut ambil bagian di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di Kelapa Gading.

Dan dengan berani, Yuky, 25 tahun yang pernah menjadi asisten eksekutif perancang ternama Musa Widyatmodjo ini menuturkan definisi tentang kecantikan.

"Cantik adalah mereka para wanita yang bergaya dengan penuh percaya diri tak memikirkan kondisi atau bentuk tubuh. Biarpun wanita bertubuh besar, tampil gaya, penuh percaya diri dan cantik adalah sebuah kemutlakan yang tak bisa dihindari," kata Yuky spontan pada Sabtu, 31 Mei di acara peragaan X to X Plus Size di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di atrium Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kemudian wanita bertubuh mungil ini menatakan, "Saya terinspirasi sahabat saya pada masa kuliah dulu dia bertubuh besar tetapi untuk penampilan jangan ditanya. Dia punya percaya diri tampil modis dan terlihat cantik. Dia bilang big is beautiful," kata Yuky, 25 tahun perancang label X to X Plus Size, label busana khusus bagi mereka yang bertubuh besar.

Label ini didirikan Yuky sejak Juni 2010 dan hingga kini tersebar di beberapa mal di Jakarta dan memiliki tiga gerai besar di Mal Kelapa Gading, Artha Gading dan Pondok Indah Mal. Pemakai label baju Yuky adalah para wanita bertubuh besar dengan bobot mulai 85 kilogram ke atas.

Label ini tiada henti melakukan inovasi sehingga semakin mendapat tempat di hati para plus size fashionista, sebutan pemakai X to X plus Size. "Banyak wanita bertubuh besar atau gemuk mengalami kesulitan dalam mencari padanan gaya. Dan saya membuat butik dan label ini demi membangkitkan rasa percaya diri para wanita bertubuh besar untuk tampil modis," kata Yuky alumni Raffles Design Institute di Singapura.

Motivasinya mengambil market plus size diakui Yuky untuk mengubah paradigma masyarakat, bahwa bertubuh gemuk, besar bisa tampil menarik dan mereka tetap bisa layak tampil eksis di dunia mode. "Sesuai mottonya slim is not the only pretty, label ini menyemangati para wanita bertubuh besar untuk meningkatkan rasa percaya diri tampil cantik, menarik dan berprestasi," kata dia.

Dan Sabtu malam itu, peragaan busana X to X Plus Size menampilkan 50 set busana yang mengusung kesan vibrant, moderen, penuh warna seiring dengan gaya label ini yang playful namun tetap elegan.

Menurut Yuky hingga kini para pemakai labelnya tersebar mulai artis, model dan selebriti seperti Marcella Lumowa, co host Bukan Empat Mata. Kemudian penyanyi X Factor Shena Malsiana, lalu presenter Tike Priatnakusuma, artis Ira Maya Sopha, pelawak Nunung Srimulat, penyanyi Music Overload, pembawa acara Maya Wulan, bintang Ike Kanjeng Mami, DJ Ocha Yakuza dan artis Pretty Amara.

Dalam peragaan kali ini berupa padu pada aneka gaun mini, terusan atau blus, celana pendek, celana panjang dan koleksi lainnya yang menggunakan padu padan dari bahan bodycon, jersey, denim, chambray-twill dan katun polistier. Dengan aneka warna segar seperti hijau, ungu, merah, biru, jingga, hot pink, krem dan navy blue denfan sentuhan temaram. Untuk aplikasinya tampak penyematan payet, bordir yang hadir dengan cutting cut out, potingan off shoulder, bawahan asimetris hingga aplikasi material brokart hitam.

"Aku bersykur tahun ini label idolaku berhasil menyatukan misi untuk membuat makhluk seksi plus size melek mata dan mereka berani tampil percaya diri berlenggak-lenggok di atas cat walk berjalan bak model profesional. Cantik milik semua orang termasuk kami yang bertubuh subur, eh seksi, hi hi hi," kata Ike Kanjeng Mami yang malam itu menjadi pembawa acara peragaan ini.

Sementara Disk Jockey, Ocha Yakuza mengatakan, "Profesiku sebagai DJ menuntut untuk tampil cantik dan modis. Selama ini akau terbantu dengan adanya outfit keren berukuran besar dari label ini," kata Ocha.

Shena Malsiana mengatakan, "Sejak menjadi pelanggan label ini aku tak sabar menyaksikan fashion shownya di mana ada keseruan para model, penonton hingga pengisi acaranya semua wanita berukuran ekstra seperti aku. Now, I don't feel alone anymore," kata Shena yang pernah merasa sedih bila harus mencari busana untuk tampil gaya karena kesulitan mencari ukurannya. "Setelah ada label ini, aku percaya semua wanita gemuk punya pilihan atau ibaratnya ada "suara" mereka," kata dia.

Adapun Pretty Asmara yang hadir di peragaan ini tampil menarik perhatian mengenakan tank top warna hitam dan rok lebar warna senada. "Buat aku, cantik ya berani ekpresikan diri dan percaya diri dengan gayaku," kata Pretty yang malam itu memakai mahkota bunga di kepalanya.

Untuk harga koleksi X to X Plus Size ini dibandrol mulai Rp 100 hingga 650 ribu dengan ukuran mulai extra large (XL) hingga 8L alias delapan large.

Sumber

Baca Selengkapnya ....

Waspadai Batuk Pagi

Posted by Unknown 0 komentar

Waspadai Batuk Pagi

Sering batuk pada pagi hari dan mengeluarkan dahak banyak? Hati-hati, bisa-bisa Anda menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Seperti yang dialami Nezam, 71 tahun, ketika merasakan sesak napas yang makin hebat, apalagi saat beraktivitas, misalnya jalan kaki. "Sungguh berat napasku," ujar pria kurus itu. Batuk setiap pagi hingga mengeluarkan dahak banyak sudah menjadi ritual rutinitasnya.

Nezam pun memeriksakan diri ke rumah sakit, dan hasil rekaman Rontgen menunjukkan paru-parunya bolong-bolong. Dokter bilang penyakit PPOK tadi. "Katanya enggak bisa sembuh kecuali berhenti merokok. Saya ini sudah isap rokok 50 tahun, terpaksa berhenti," ujar Nezam saat memberikan testimoni pada acara diskusi "Tingginya Angka Kematian Penyakit Tidak Menular di Indonesia" di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Profesor Faisal Yunus, menguatkan, batuk berdahak di pagi itu adalah salah satu gejala penyakit paru obstruktif kronik. "Jadi waspada saja, apalagi kalau memang perokok aktif dan lama," katanya.

Penyakit ini ditandai oleh hambatan aliran udara yang tidak lancar dalam saluran pernapasan dan reaktif pada paru saat menerima partikel atau gas beracun dan berbahaya. Hambatan aliran udara ini disebabkan oleh gabungan antara sumbatan saluran napas kecil (obstruksi bronkiolitis) dan kerusakan sel pada organ paru atau parenkim (emphisema). Tapi hal ini tentu berbeda pada setiap orang.

Ahli paru lain, Budhi Antariksa, menyebut penderita PPOK mengalami bronkitis kronik atau kombinasi emphisema karena kebiasaan merokok. Pada penderita PPOK sering batuk dan mengeluarkan dahak karena sel dahak (goblet) berusaha mengeluarkan cairannya (dahak) untuk melindungi agar dinding saluran pernapasan tidak rusak oleh asap rokok. Dahak yang keluar biasanya akan menumpuk di saluran napas. Sedangkan bulu-bulu di saluran napas untuk mengangkut zat asing atau kotoran makin jelek kondisinya serta makin jarang dan kecil.

Karena penderita PPOK atau bekas penderita ini merokok dalam jangka waktu yang lama dan banyak, sel dahak pun akan bekerja keras mengeluarkan cairannya. "Dia jadi hiperaktif, biarpun sudah berhenti merokok, sel dahak terus bekerja," ujar dokter Budhi.

Tak mengherankan jika penderita PPOK akan terus batuk dan mengeluarkan dahak pada pagi hari. "Karena malam kan tidur, tapi sel terus mengeluarkan dahak dan menumpuk di pagi hari," ucap dia. Batuk dan dahak pada perokok dan penderita PPOK, menurut dokter Budhi, lebih banyak. Biasanya batuk akan muncul tak jauh ketika dia memulai aktivitas. "Paling gampang lihat saat mandi," ujarnya.

Selain batuk berdahak, tanda lain yang muncul adalah sesak napas. Tetapi masyarakat, menurut dokter Faisal, sering keliru mempersepsikan sesak napas ini. Mereka mengira sesak napas yang diderita adalah serangan asma dan mengobatinya dengan obat asma. Tetapi serangan asma dan PPOK sangatlah berbeda.

Asma biasanya muncul pada usia muda, sering muncul karena faktor genetik. Sesak napas pada asma biasanya muncul jika ada faktor pencetus yang jelas seperti makanan, debu, asap rokok, udara dingin, bulu binatang dan sebagainya. Sesak napas juga akan memburuk pada malam hari. Sedangkan pada penderita PPOK, sesak napas akan terjadi hampir sepanjang hari. Sesak napas akan semakin menjadi-jadi ketika ada aktivitas berjalan atau naik tangga. "Dia akan berjalan lebih lambat dan lebih cepat capek," ujar dokter Faisal.

Jika penderita minum obat asma, responsnya malah buruk. Ini menjadi faktor yang lebih memperkuat tanda-tanda penyakit tersebut. Saat diperiksa dengan Rontgen, akan tampak paru-paru penderita ini cukup besar. "Besar memang, tetapi lembek seperti balon. Paru-parunya sudah tidak elastis juga," Faisal menambahkan.

Begitu batuk dan sesak napas ini muncul, barulah biasanya para penderita datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. PPOK merupakan penyakit tidak menular, bisa dicegah dan diobati. Sering kali muncul pada usia pertengahan akibat merokok dalam waktu yang lama. Prevalensinya makin meningkat seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup serta tingginya dampak dan faktor risiko, juga makin banyaknya jumlah perokok dan pencemaran udara.

Semakin hari, penderita penyakit ini semakin banyak dan menjadi salah satu penyebab utama kematian. Pada 1990, berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini masih berada di urutan keenam, diperkirakan pada 2020 berada di urutan ketiga. Data The Asia Pacific COPD Roundtable Group pada 2006 menunjukkan jumlah penderita PPOK mencapai 56,6 juta dengan prevalensi 6 persen.

Adapun Indonesia, dengan 4,8 persen penderita, berada di urutan ketiga penderita PPOK terbesar di dunia setelah Cina (38 juta) dan Jepang (5 juta). Jumlahnya diperkirakan meningkat akibat banyaknya jumlah perokok. Sebab, 90 persen penderita PPOK adalah perokok atau mantan perokok. PPOK adalah salah satu penyakit yang makin meningkat dari tahun ke tahun, serta tengah bersaing dengan hipertensi, jantung, stroke, diabetes melitus, asma, penyakit sendi, dan kanker.

Sumber

Baca Selengkapnya ....

Tiket

Popular Posts

LAYANAN TIKET PESAWAT MURAH support SENI BERBELANJA DI RUMAH - Original design by Bamz | Copyright of Berbagi Berita Terkini.