Tampilkan postingan dengan label PERBANKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERBANKAN. Tampilkan semua postingan

BNI Siapkan 2 Juta Bibit Pohon pada 2013

Posted by Unknown Selasa, 08 Januari 2013 0 komentar

 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI  menyiapkan dua juta bibit pohon pada tahun 2013 atau dua kali lipat dari jumlah bibit pohon yang dikembangkan pada tahun 2012, yaitu sekitar satu juta pohon. Ini sejalan dengan langkah pemerintah dalam menghijaukan bumi, yaitu melalui program penanaman satu miliar pohon per tahun.

            Mengawali awal tahun 2013, BNI dan Paguyuban Budiasi menyediakan 200.000 bibit pohon yang diserahkan kepada masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penyerahan bibit pohon tersebut secara simbolis dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (8/1/2013).

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim, dan Ketua Paguyuban Budiasi Mayor Jenderal TNI Doni Monardo. Ke-200.000 bibit pohon itu merupakan bagian dari dua juta bibit pohon yang akan dikembangkan BNI tahun ini.

            Penanaman pohon yang dilakukan Presiden tersebut menandakan bahwa masalah pemanasan global merupakan masalah serius yang sedang dihadapi planet bumi, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu paru-paru utama dunia. Oleh karena itu, penanaman pohon tersebut dilaksanakan dengan ungkapan Global Warming Bukan Omong Kosong (Gosong).

            BNI menilai keterlibatannya dalam penghijauan ini merupakan strategi penting dalam membangun sustainable banking atau green banking. Isu green banking ini terus menghangat, bukan hanya di Indonesia namun juga di dunia. Perbankan yang menerapkan bisnis berkelanjutan, baik untuk kepentingan internal maupun eksternal, akan memperoleh laba dalam jangka panjang dan niscaya menjadi bank yang lebih baik, dibandingkan dengan praktek perbankan yang bersifat "business as usual".

            BNI telah menanam 1.298.183 pohon untuk menghijaukan Indonesia secara bertahap sepanjang 2012. Realisasi ini jauh melampaui target yang ditetapkan pada awal tahun 2012, yaitu mengembangkan dan menanam sejuta bibit pohon.

            BNI sebagai salah satu bank besar di Indonesia mengambil peran untuk menjadi pionir dalam isu green banking ini. Untuk itu, BNI berusaha menjelaskan kepada segenap nasabah dan masyarakat luas bahwa praktek bisnis yang berkelanjutan (sustainable business) akan membawa arah yang lebih baik dan bertanggungjawab terhadap lingkungan dan alam.

Oleh karenanya, BNI mengajak debiturnya untuk masuk ke dalam realitas baru dan mengadopsi prinsip bisnis berkelanjutan ini. Kemudian, BNI dapat menetapkan standar "sustainability" yang dapat ditiru oleh peer group.

 

Inisiatif BNI

Selain menyiapkan bibit pohon, BNI juga tercatat telah melakukan beberapa initiatif dalam penyelamatan lingkungan, yaitu Pertama, menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang menjadi anggota signatory UNEP-Finance Initiative tahun 2005. Kedua, BNI dan WWF menandatangani kerjasama pelestarian penyu dan kerjasama mutual lainnya di Manado pada saat event Konferensi Kelautan Dunia (WOC) bulan Mei 2009. Ketiga, menjadi satu-satunya bank yang mendapatkan pelatihan dari YPB (Yayasan Pembangungan Berkelanjutan) yang didukung oleh British Embassy tentang "DEVELOPING SUSTAINABLE BUSINESS: Linking Banking Sector to Sustainable Development", pada Mei dan Juni 2009.

Keempat, pada Juli 2009, BNI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Green Works Asia dan Climate Change Capital Limited (London, UK) untuk mendukung Program CDM (Clean Development Mechanism). Kelima, pada September 2009, BNI memberikan kredit sindikasi senilai US 103 juta bagi proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Jawa Barat. Keenam, sejak Oktober 2009, BNI menjadi partner dialog WWF dalam inisiatif RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil Discussion).

Ketujuh, BNI beberapa kali diundang Bank Indonesia untuk memaparkan apa dan bagaimana konsep Green Banking, Februari 2010. Kedelapan, BNI bekerjasama dengan beberapa pakar dari DNPI (Dewan Nasional Perubahan Iklim) dan Praktisi Carbon Trading untuk pelatihan CDM bagi Analis Kredit, relationship manager (RM), dan assistant vice president (AVP) dari berbagai divisi, pada 04 – 05 Februari 2010.

Kesembilan, BNI bekerjasama dengan ECO-ASIA/ICED yang merupakan pelaksana program-program Clean Energy yang didanai oleh USAID. Kesepuluh, BNI bekerjasama dengan Pemerintah Kota/ Daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan komunitas lokal untuk membangun hutan-hutan kota di berbagai daerah antara lain, Banda Aceh, Medan, Solo, Palangkaraya, dan Universitas Udayana.

Kesebelas, BNI Bekerjasama dengan LSM Domestik dan International menyediakan akses listrik bagi masyarakat lokal di berbagai daerah melalui Energi Terbaharukan (Pico Hydro dan Biogas). Keduabelas, BNI menjadi satu dari enam pendiri "Indonesian Business Council for Sustainable Development Association" (IBCSD) yang merupakan bagian dari WBCSD (World Business Council for Sustainable Development). IBCSD didirikan pada 27 April 2011 dan disahkan dalam akta pendirian perkumpulan pada 06 Oktober 2011.


Sumber


Baca Selengkapnya ....

Sejarah Bank BNI 46

Posted by Unknown 0 komentar

"Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat, bangsa dan Negara Republik Indonesia, selama 66 tahun usia BNI sejak didirikan pertama kali pada tanggal 5 Juli 1946, BNI terus tumbuh dan berkembang bersama Negeri, mengawal pembangunan di berbagai sektor industri, sesuai dengan tagline BNI Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa"

Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.


Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.

Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional.

Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai 'BNI 46'. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat - 'Bank BNI' - ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.

Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996.

Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan 'Bank BNI' dipersingkat menjadi 'BNI', sedangkan tahun pendirian - '46' - digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada akhir tahun 2011, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60% saham BNI, sementara 40% saham selebihnya dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi, domestik dan asing.

Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Kapabilitas BNI untuk menyediakan layanan jasa keuangan secara menyeluruh didukung oleh perusahaan anak di bidang perbankan syariah (Bank BNI Syariah), pembiayaan (BNI Multi Finance), pasar modal (BNI Securities), dan asuransi (BNI Life Insurance).

Dengan total aset senilai Rp 299,1 triliun dan lebih dari 23.639 karyawan pada akhir tahun 2011, BNI mengoperasikan jaringan pelayanan yang luas mencakup 1.364 outlet domestik dan 5 cabang luar negeri di New York, London, Tokyo, Hong Kong dan Singapura, 6.227 unit ATM milik sendiri, serta fasilitas Internet banking dan SMS banking yang memberikan kemudahan akses bagi nasabah.

Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.


Sumber : http://bni.co.id/id-id/tentangkami/sejarah.aspx

Baca Selengkapnya ....

Tips Keamanan Perbankan ( Bank BCA )

Posted by Unknown Minggu, 06 Januari 2013 0 komentar
Kami memahami bahwa histori perbankan Anda adalah penting dan begitu personal. Dengan BCA, transaksi perbankan ditangani langsung oleh para ahli. Selalu menjadi komitmen bagi BCA, untuk menjaga segala bentuk transaksi perbankan para nasabahnya. Bersama BCA, transaksi perbankan Anda berada di tangan yang tepat.
    • Demi kenyamanan dan keamanan Anda dalam bertransaksi di Internet Banking BCA, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:
      • KeyBCA hanya digunakan untuk aktivitas berikut:
           a. melakukan transaksi finansial: transfer, pembayaran, pembayaran e-commerce, dan pembelian.
           b. mendaftarkan rekening tujuan transfer, mengubah alamat email, registrasi inquiry kartu kredit BCA, tambah/hapus
               koneksi KeyBCA, aktivasi KeyBCA, dan aktivasi BCA KlikPay.
      • BCA tidak pernah meminta memasukkan angka/respon dari KeyBCA diluar dari transaksi yang disebutkan di atas. Jika Anda mendapatkan layar untuk memasukkan angka dari KeyBCA di luar dari transaksi yang disebutkan di atas, segera Hubungi Halo BCA pada nomor 500888 atau (021) 500888 dari ponsel.
      • Jangan meminjamkan, memindahtangankan KeyBCA serta memberitahukan PIN KeyBCA Anda kepada orang lain.
      • Periksa daftar rekening tujuan transfer secara berkala. Anda dapat menghapus rekening tujuan yang sudah tidak diperlukan pada menu Administrasi - Hapus Daftar Transfer.
      • Pada saat melakukan transaksi transfer, pastikan bahwa nama dan nomor rekening tujuan penerima transfer adalah benar.
      • Pastikan Anda mengakses Internet Banking BCA melalui alamat resmi situs KlikBCA di http://www.klikbca.com dan klik tombol LOGIN atau langsung ke halaman login Internet Banking BCA di https://ibank.klikbca.com atau akses ke https://m.klikbca.com dari browser smartphone, serta dapat juga diakses KlikBCA via menu pada BCA mobile.





      • Untuk menghindari kesalahan penulisan alamat situs KlikBCA, simpan alamat situs pada menu favorites atau bookmarks, sehingga untuk selanjutnya jika Anda ingin mengakses Internet Banking BCA, cukup memilih dari menu favorites atau bookmarks
      • Periksa sertifikat SSL untuk memastikan bahwa Anda menerima sertifikat SSL yang sah yang telah terdaftar untuk ibank.klikbca.com atau m.klikbca.com
      • Pastikan bahwa pada browser Anda terdapat gambar gembok/kunci yang mengindikasikan bahwa halaman yang Anda akses saat ini dienkripsi dengan menggunakan SSL. Jika Anda tidak melihat gambar gembok/kunci, dimohon Anda untuk logout.
      • Pastikan bahwa Anda telah logout saat meninggalkan komputer Anda meskipun hanya sesaat.
      • Sebaiknya Anda tidak mengakses internet banking BCA di warnet atau jaringan yang tidak dapat dipastikan keamanannya.
      • Waspadai upaya penipuan dari oknum yang mengatakan sebagai petugas bank/petugas BCA melalui telepon, faks atau email, yang menanyakan data pribadi, termasuk PIN Internet Banking dan PIN KeyBCA. Karena petugas BCA tidak akan meminta atau menanyakan nomor PIN.
      • Mengganti PIN secara berkala dengan kombinasi angka yang unik dan sulit ditebak oleh orang lain
      • Apabila Anda menerima pesan yang menjelaskan bahwa sertifikat tidak sah, dimohon Anda tidak melanjutkan akses internet banking BCA dan segera hubungi Halo BCA pada nomor 500888 atau (021) 500888 dari ponsel.
    • Phising adalah cara-cara penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan informasi-informasi rahasia seorang nasabah seperti User ID dan PIN. Ada beberapa cara antara lain :
      • Membuat situs palsu yang memiliki alamat dan tampilan mirip dengan situs resmi milik bank
      • Mengirim URL link ke situs yang dibuat semirip mungkin dengan situs resmi milik bank namun ternyata palsu
      • Mengirim email atau BBM yang berisi URL link atau login screen dan meminta nasabah melakukan login dengan memasukkan User ID dan PIN
      • Berpura-pura sebagai seseorang dari pihak bank dan meminta data-data nasabah dengan alasan-alasan tertentu
      Kiat-kiat pengamanan:
      • Pastikan Anda mengakses Internet Banking BCA melalui alamat resmi situs KlikBCA di http://www.klikbca.com dan klik tombol LOGIN atau langsung ke halaman login Internet Banking BCA di https://ibank.klikbca.com atau jika akses via smartphone ke https://m.klikbca.com
      • Untuk menghindari kesalahan penulisan alamat situs KlikBCA, simpan alamat situs pada menu favorites atau bookmarks. Sehingga untuk selanjutnya jika Anda ingin mengakses Internet Banking BCA, cukup memilih dari menu favorites atau bookmarks
      • Perlu diketahui bahwa BCA tidak pernah mengirim email seperti yang dijelaskan diatas kepada nasabah. Apabila Anda menerima email semacam itu yang kelihatannya berasal dari BCA, yang sebaiknya Anda lakukan adalah:

        1. Meneruskan (forward) email tersebut ke halobca@bca.co.id atau menginformasikan ke Halo BCA pada nomor 500888 atau (021) 500888 via ponsel.
        2. Menghapus email tersebut.
      • Apabila Anda terlanjur mengisi informasi yang diminta atau merasa bahwa User ID dan PIN Anda sudah tidak rahasia lagi, segera hubungi Halo BCA pada nomor 500888 atau (021) 500888 via ponsel.


  • Virus / Worm

    Virus/worm adalah program-program komputer yang dapat menyebarkan dirinya dari satu komputer ke komputer lain tanpa sepengetahuan pemilik komputer.  Virus/worm dapat merusak sistem operasi, aplikasi dan data di komputer yang terinfeksi.
    Perbedaan virus dengan worm terdapat di cara penyebarannya. Virus menempati ruangan dalam media penyimpanan (misalnya, melekat pada file atau tersimpan dalam boot sector hard disk) dan umumnya menyebar melalui USB flash disk, lampiran (attachment) email, berkas (file) yang diunduh dari internet, maupun melalui kunjungan ke halaman website yang sengaja dibuat untuk menyebarkan virus. Sedangkan worm menyebar melalui jaringan. Ada juga program gabungan antara virus dan worm, yaitu tersimpan di media penyimpanan namun menyebar melalui jaringan.
    Beberapa contoh dampak dari infeksi virus/worm:
    • Komputer menjadi tidak stabil dan sering 'hang' (macet)
    • Komputer menjadi lambat
    • Data di harddisk dirusak atau dikirim ke pihak lain melalui jaringan
    • Program aplikasi tidak dapat digunakan
    • Password yang diketik di keyboard dapat disadap dan dikirim ke pihak lain untuk tujuan penipuan
  • Trojan

    Trojan adalah sejenis virus yang menyamar sebagai berkas lain yang aman, misalnya dokumen Excel yang terlampir pada email. Pengguna komputer ditipu untuk melakukan tindakan yang dapat menyebarkan trojan, misalnya membuka lampiran itu karena mengira itu adalah file Excel biasa padahal sebenarnya berisi program trojan.
    Setelah berhasil menginfeksi komputer, trojan dapat bertindak merusak seperti virus lain atau mengirim informasi penting, termasuk User ID dan password, ke pihak lain tanpa sepengetahuan pemakai komputer yang terinfeksi.
  • Spyware

    Spyware adalah sejenis komputer program yang dibuat untuk 'mencuri' informasi-informasi penting/Pribadi dari komputer yang terinfeksi dan mengirimnya ke lokasi tertentu di internet untuk kemudian diambil oleh pembuatnya. Informasi yang menjadi target utama contohnya: nomor kartu kredit, User ID dan PIN/password, nomor rekening, alamat email, dan lain-lain.
    Spyware dapat ter-install melalui email attachment, program yang di-install dari sumber-sumber yang tidak jelas, ataupun oleh website yang 'jahat'.
    Namun, berbeda dengan virus yang sifatnya lebih merusak, spyware bekerja secara diam-diam agar tidak terlacak sehingga lebih mudah mengumpulkan informasi yang diinginkan sang pembuat/penyebar spyware.
  • Bot (roBot)

    Bot adalah sejenis komputer program yang dapat menyebabkan komputer dikontrol oleh orang lain secara remote melalui jaringan. Sang pembuat/penyebar Bot akan dapat melakukan apa saja dengan komputer Anda.
    Umumnya komputer yang telah terkontrol digunakan untuk mengirim Spam, Virus, Worm atau untuk menyerang komputer-komputer lain.

Untuk menjaga keamanan Anda dalam bertransaksi BCA mobile :
  • Pastikan Anda men-download BCA mobile melalui situs resmi yang telah disediakan BCA, antara lain:
    • Masuk ke www.klikbca.com dan pilih menu "BCA mobile" atau masuk ke www.bca.co.id, pilih e-banking pada Produk & Layanan dan klik menu "BCA mobile" lalu pilih menu download. Anda akan langsung diarahkan untuk men-download BCA mobile.
    • Akses ke BlackBerry App World/Google Play Store(Android Market)/iPhone App Store (disesuaikan dengan jenis smartphone nasabah), lalu  cari aplikasi BCA mobile dan download.
    • Langsung akses ke https://downloadmbank.klikbca.com/mbca
  • Pilih jaringan nirkabel yang menggunakan kata kunci keamanan jaringan atau memiliki beberapa bentuk keamanan lainnya serta tidak disarankan menggunakan akses Wi-Fi publik untuk melakukan transaksi melalui BCA mobile Anda, sebab kepastian keamanan akses Wi-Fi publik / jaringan publik tidak terjamin.
  • Untuk transaksi menggunakan m-BCA:
    • Jaga kerahasiaan Kode Akses Anda sebagai pengaman akses menu m-BCA
    • Jaga kerahasiaan PIN m-BCA Anda sebagai pengaman validasi transaksi
    • Pastikan bahwa Anda telah logout saat selesai menggunakan m-BCA pada BCA mobile Anda meskipun hanya sesaat
  • Untuk transaksi menggunakan KlikBCA versi smartphone:
    • Periksa sertifikat SSL untuk memastikan bahwa Anda menerima sertifikat SSL yang sah yang telah terdaftar untuk m.klikbca.com
    • Pastikan bahwa pada browser Anda terdapat gambar gembok/kunci yang mengindikasikan bahwa halaman yang Anda akses saat ini dienkripsi dengan menggunakan SSL. Jika Anda tidak melihat gambar gembok/kunci, dimohon Anda untuk logout
    • Jaga kerahasiaan PIN Internet Banking Anda sebagai pengaman akses KlikBCA
    • Jangan meminjamkan atau memindahtangankan KeyBCA Anda kepada orang lain
    • Pastikan bahwa Anda telah logout saat selesai menggunakan KlikBCA Anda meskipun hanya sesaat
  • Mengganti Kode Akses, PIN m-BCA, PIN Internet Banking, dan PIN KeyBCA secara berkala dengan kombinasi angka/huruf yang unik dan sulit ditebak oleh orang lain
  • Waspadai upaya penipuan dari oknum yang mengatakan sebagai petugas bank/petugas BCA melalui telepon, faks atau email, yang menanyakan data pribadi, termasuk Kode Akses, PIN m-BCA, PIN Internet Banking dan PIN KeyBCA. Karena petugas BCA tidak akan meminta atau menanyakan hal tersebut
  • Apabila Anda menerima pesan yang menjelaskan bahwa aplikasi/sertifikat/layanan tidak sah, dimohon Anda tidak melanjutkan akses BCA mobile dan segera hubungi Halo BCA pada nomor 500888 atau (021) 500888 via ponsel.

  • Mengganti PIN ATM secara berkala
  • Jangan melayani pihak yang menawarkan bantuan di ruang ATM
  • Jangan meminjamkan kartu ATM dan memberitahukan PIN kepada orang lain (petugas bank tidak pernah meminta PIN dari nasabah)
  • Menutup tombol pinpad dengan tangan pada saat memasukkan PIN ke ATM 
  • Jika Anda mengalami kesulitan di ATM, hubungi segera Halo BCA pada nomor (021) 500888 via ponsel

  • Periksa nilai transaksi
  • Selalu ikuti keberadaan kartu
  • Tutup dengan tangan saat input PIN
  • Mintalah kartu Paspor BCA Anda kembali
  • Jangan beritahukan PIN kepada orang lain termasuk petugas bank atau keluarga 
  • Jika Anda mengalami kesulitan di EDC, hubungi segera Halo BCA pada nomor (021) 500888 via ponsel


      • Tidak memberitahukan nomor PIN kepada siapapun, sekalipun kepada keluarga atau teman dekat.
      • Hindari mencatat nomor PIN dimanapun apalagi menyimpannya di dalam dompet.
      • Mengusahakan orang lain tidak dapat melihat PIN Anda yaitu dengan menutup gerakan jari pada saat Anda menekan tombol pinpad atau saat memasukkan PIN Anda.
      • Mengganti PIN secara berkala dengan kombinasi angka yang unik dan sulit ditebak oleh orang lain.
      • Waspadai upaya penipuan dari oknum yang mengatakan sebagai petugas bank/petugas BCA melalui telepon, faks atau email, yang menanyakan data pribadi, termasuk nomor PIN. Karena petugas BCA tidak akan meminta atau menanyakan nomor PIN Anda.
 Sumber : http://www.bca.co.id/id/tips-keamanan/tips-keamanan.jsp

Baca Selengkapnya ....

Tiket

Popular Posts

LAYANAN TIKET PESAWAT MURAH support SENI BERBELANJA DI RUMAH - Original design by Bamz | Copyright of Berbagi Berita Terkini.