Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Profil Een Sukaesih Guru Lumpuh Penerima Anugerah Liputan6 Award

Posted by Unknown Rabu, 12 Juni 2013 0 komentar
Keterbatasan fisik karena tubuhnya yang lumpuh tidak menjadi penghalang untuk Een Sukaesih seorang guru asal Sumedang, Jawa Barat ini untuk mengajar meski dari atas tempat tidur. Hampir 26 tahun sudah Een mengabdikan hidupnya untuk mengajar, menyemai ilmu dan kasih sayang untuk siswanya yang datang silih berganti kerumahnya. “Mulai dari 1986, saya sudah terbaring di tempat tidur ini sambil mengajar. Hal ini terjadi diakibatkan penyakit rematoid artifis yang terjadi 26 tahun yang lalu,” kata Een saat ditemui wartawan dirumahnya. Dedikasi dan pengabdian Een Sukaesih kemarin (23/5) menghantarkannya ke Jakarta untuk menerima penghargaan khusus Special Achievement Liputan6 Award untuk kategori Inovasi, Kemanusian, Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan. Penghargaan secara khusus diserahkan langsung oleh mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla yang juga menjadi dewan juru kepada ibu Een Sukaesih.

Een Sukaesih

Mencari kediaman Een Sukaesih di Dusun Batukarut, RT01 RW06, Desa Cibereum Wetan, Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat tak terlalu sulit. Warga mengenal baik sosok ‘Ibu Guru’ istimewa ini. Ya, karena ia seorang luar biasa, Umumnya orang memberi di saat lapang, tetapi Een berbeda. Dalam keterbatasannya, ia membantu menyiapkan masa depan orang lain dengan cara membagi ilmu dan kasih sayang, serta menjadi sahabat bagi anak didiknya.

Een Sukaesih mengajar dari atas tempat tidur

Kelumpuhan yang dialami Een berawal sejak Een kelas 3 SPG (Sekolah Pendidikan Guru waktu itu). Een kerap kali merasakan sendi-sendi tangannya ngilu. Dari hasil tes laboratorium 5 April 1982 dokter menyatakan Een menderita Rheumathoid Artitis. Belum ada obatnya. Hancur hati perempuan muda itu, dan mengucapkan selamat tinggal kepada cita-citanya menjadi guru. Gurunya yang tahu akan potensi Een tidak membiarkan siswa kesayangannya ini patah semangat. Ia sampai menahan ijazah Een demi memaksanya untuk ikut tes ke perguruan tinggi. Benar saja, Een lulus tes penyaringan dan diterima di Program Diploma 3 Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan di IKIP Bandung.


Pada 1985 Een lulus dengan nilai cukup baik, dan diangkat jadi guru di SMA Sindang Laut, Cirebon, Jawa Barat. Sebulan di sana, sebelum sempat prajabatan, Een sudah tak kuasa menahan sakit. Een pun pulang ke Sumedang. Sejak saat itu Een Sukaesih menjadi lumpuh total. Meski begitu, Een tetap berusaha ikhlas menerima penyakitnya dan kondisinya. Ia terus berdoa memohon kesembuhan dari-Nya. Ia putar otak untuk mengisi waktunya yang hening dengan sesuatu yang bermanfaat. Doanya pun terjawab. Dari mengajar anak kerabat dan keponakannya membuatkan pekerjaan rumah, kini anak-anak tetangga berjumlah puluhan orang menjadi ‘murid’nya. Tanpa memungut bayaran alias gratis. Untuk dedikasinya pada pendidikan, Een beroleh sejumlah penghargaan, di antaranya Dompet Dhuafa Award 2010, lalu Education Award dari Bank Syariah Mandiri (BSM), lalu dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Kartini Award 2012 dan Tupperware She Can! untuk karya inspiratifnya.


Sungguh luar biasa memang Profil Een Sukaesih Guru Lumpuh Penerima Anugerah Liputan6 Award ini. Saya pun sempat terharu saat nonton acara Liputan6 Award ini di SCTV. Semua hadirin yang hadir langsung berdiri saat Een Sukaesih yang hanya terbaring dikasur diboyong keatas panggung oleh beberapa muridnya untuk menerima penghargaan yang diserahkan oleh Bapak Yusuf Kalla. Beberapa penonton terlihat meneteskan airmata melihat momen ini. Bahkan penyanyi tersohor dari Amerika Keith Martin pun secara khusus menyanyikan lagu “Because Of You” dihadapan Een sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya yang luar biasa. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya serta kelapangan hati untukmu bu Een dan terus semangat untuk mengajar !.

Sumber

Baca Selengkapnya ....

Maunya Isteri

Posted by Unknown Minggu, 31 Maret 2013 0 komentar

Ternyata tulisan "Maunya Suami" mendapatkan respon yang luar biasa, setidaknya yang sharing via twitter dan facebook ribuan orang. Agar adil maka kemudian saya bertanya kepada istri, apa kira-kira maunya istri. Uraian berikut adalah maunya istri.

Sebagai istri, aku ingin kau benar-benar menjadi imam atau pemimpinku. Sebagai imam maka ilmumu, ibadahmu dan penghasilanmu tentu harus jauh lebih tinggi dibandingkan aku. Namun ketika mengejar itu, kau tak boleh melupakan aku dan anak-anak. Saat gelisah, aku tak ingin menunggu terlalu lama dipelukmu, karena itu benar-benar menenteramkan jiwaku. Aku ingin kau lebih sering bermain denganku dan anak-anak.

Suamiku, melihatmu menemani anak-anak belajar dan bercengkrama dengan mereka itu hal yang sangat berharga dalam hidupku. Candaanmu, keusilanmu itu sangat menghiburku dan membuat tak ada jarak antara dirimu dan buah hatimu. Kepedulianmu dengan saudara-saudaraku menjadikan aku yakin bahwa aku tidak salah memilih imam dalam keluargaku.

Sebagai istri, tugasku mendukungmu dan mengangkat derajat anak-anak. Oleh karena itu, jangan kau menuntut karirku dalam bisnis terlalu tinggi, karena itu menyiksaku. Pergi jauh dari rumah untuk urusan bisnis tanpamu itu sangat tidak nyaman bagiku. Ketahuilah, menjadi ibu dari anak-anak yang hebat itu lebih membahagiakanku.

Suamiku, aku tahu, bagimu menemaniku pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan itu terkadang menyiksamu. Please, tetaplah menemaniku sebagai ganti karena kau tak selalu mengajakku saat kau berkelana menjelajah ke berbagai penjuru.

Mendengar maunya istri, aku hanya bisa berkata dalam hati, "Aku bukan lelaki sempurna, tetapi percayalah, aku akan terus berusaha menyempurnakan hidupku dan hidupmu serta mewujudkan apa maumu."

Salam SuksesMulia!

By
Sumber : http://www.jamilazzaini.com/maunya-istri/

Baca Selengkapnya ....

Maunya Suami .

Posted by Unknown 0 komentar


Illustrasi by: http://xoxohaneyko.blogspot.com

Setiap orang yang normal pasti ingin menikah dan punya anak. Setelah berkeluarga pasti masing-masing punya harapan dan kemauan. Sebagai suami, saya juga punya banyak maunya terhadap istri saya. Semoga ini bukan bentuk penindasan suami terhadap istri. Hehehe…

Saya maunya istri lebih banyak di rumah. Apakah tidak boleh bisnis atau bekerja? Boleh, tapi itu bukan prioritas. Waktunya lebih banyak untuk anak-anak dan berada di sisi saya saat saya di rumah. Bila mau bekerja atau bisnis silakan tapi di waktu-waktu sisa, bukan waktu yang utama. Tidak punya penghasilan dong? Tidak apa-apa semua kebutuhan dan permintaanmu saya penuhi.

Saya maunya istri mengembangkan kemampuannya dari rumah bukan dengan meninggalkan rumah. Saya tidak ingin istri saya terlalu lelah. Tugas menemani dan mendidik anak itu lebih penting dan memerlukan energi besar. Jangan kuras energimu, saya ingin kau selalu terlihat segar dan bugar.

Saya maunya istri itukonsultan buat saya. Saat saya ingin maju, ia mensupport dan mendorong saya. Saat saya alpa atau salah, ia yang meluruskan tanpa rasa takut sedikitpun. Saat saya membawa harta yang haram, ia menolak dan berani melawanku.

Saya maunya istri itu selalu menemani saya. Walau tak harus selalu bersama, ia selalu menemani lewat telepon dan BB. Rayuanmu, candaanmu itu selalu saya tunggu. Hati inipun terhibur saat kau kirim kata-kata "I Love You" atau "I Miss You". Ketenanganpun menjalar dalam hatiku saat kau bercerita tentang kegiatanmu.

Saya maunya istri itu penyambung silaturrahim. Ia selalu menjaga komunikasi dengan orang tua dan mertuaku. Ia selalu bercanda dengan saudaraku dan juga ipar-iparku. Bila orang tua, mertua dan para saudara serta ipar memerlukan bantuan dengan ringan tangan ia menawarkan diri untuk membantu.

Saya maunya istri itu sahabat abadi. Saya ingin selalu bersamanya di kehidupan dunia maupun setelah dunia. Oleh karena itu, semakin hari saya ingin kau selalu mengajakku untuk selalu mendekat kepada-Nya. Saya ingin selama-lamanya kau ada di hatiku, di dadaku dan juga di sebelahku.

Maaf istriku kalau saya banyak maunya padahal belum banyak yang bisa saya berikan kepadamu. Pokoke, I Love You…

Salam SuksesMulia!
By

Sumber : http://www.jamilazzaini.com/maunya-suami/

Baca Selengkapnya ....

Sarah Widyanti, Mantan SPG yg Jadi Pilot

Posted by Unknown Rabu, 09 Januari 2013 0 komentar

Sarah Widyanti.

Ia pernah menjadi kontestan Indonesian Idol, bahkan pernah menjadi "Sales Promotion Girl". Itu cerita dulu.

Kini, ia pilot yang melesat di angkasa dengan Boeing atau Airbus. Ia adalah Sarah Widyanti Kusuma (24). Mari terbang bersama Sarah!

Pada usia belia, 21 tahun, Sarah telah menerbangkan pesawat penumpang jenis Boeing. Mencuri start sebagai pilot termuda Garuda Indonesia, Sarah hingga saat ini sudah mengantongi 2.200 jam terbang dan sedang menapaki tahapan baru dalam kariernya.

Menjumpai Sarah seperti bukan berhadapan dengan seorang pilot. Tubuhnya mungil dengan senyum yang terus tersungging, sering kali membuat orang "tertipu". Meski sudah memakai seragam pilot pun, penumpang selalu salah kira dan menduganya sebagai pramugari.

Kini, Sarah kembali sekolah untuk persiapan pindah pesawat dari tipe pesawat kecil, Boeing, ke tipe yang lebih mutakhir, Airbus. Setelah tahapan dua bulan sekolah ini dilalui, Sarah akan menerbangkan Airbus ke rute menuju Jepang, Korea, Australia, China, Belanda, Uni Emirat Arab, dan Jeddah.

"Pesawat Airbus canggih banget. Sampai sekarang saya masih wow! Untuk utak-atiknya harus belajar ekstra, sama kayak nerbangin komputer. Canggih banget," kata Sarah dengan mata berbinar.

Di sela kesibukan mempersiapkan diri menjadi pilot Airbus itulah, Sarah menyediakan waktu untuk berbincang di rumahnya di Bintaro, Tangerang Selatan. Saking lelahnya belajar, Sarah masih tertidur di sofa pojok ruang tamu rumahnya ketika ibu dan adik-adiknya sudah bersiap jalan-jalan di akhir pekan.

Matanya langsung berbinar ketika diajak berbicara soal profesinya. "Yang membuat bersemangat, pesawatnya canggih dan kita yang mengoperasikan," tambahnya.

Namun, Sarah melanjutkan, tanggung jawab kepada penumpang ketika menerbangkan Boeing ataupun Airbus tetaplah sama. Selama ini, Sarah menerbangkan pesawat Boeing dengan rute domestik dan rute pendek ke luar negeri, seperti ke Singapura, Bangkok, dan Taiwan.

Semudah menyetir mobil

Bagi Sarah, menerbangkan pesawat itu semudah menyetir mobil manual. Hanya saja, panel atau tombolnya lebih banyak. "Peran kita terutama ketika take off dan landing. Selebihnya autopilot dan diarahkan oleh air traffic controllers. Remnya, gasnya, sama kayak bawa mobil," kata Sarah.

Kendaraan apa pun di tangan Sarah memang terasa sangat mudah dikemudikan. Jika punya waktu libur dua hingga tiga hari, Sarah sudah melesat pergi untuk menyelam. Seusai menyelam, ia akan mengambil alih kemudi speed boat.

Sarah tak pernah menganggap tugasnya berat. Ketika para pramugari masih melayani penumpang sebelum tinggal landas, Sarah biasanya sudah merampungkan semua keperluan untuk terbang. Sambil menunggu penumpang siap, Sarah mengisi waktu luangnya dengan membaca di kokpit.

Setelah pesawat mengangkasa, Sarah sibuk menjalin komunikasi dengan air traffic controllers dan berusaha mencari jalan teraman ketika terjadi cuaca buruk. Jika seluruh tugas telah dijalani, ia biasa menikmati perjalanan dengan melihat bintang, menatap daratan, dan merenungi hidup.

"Hidup itu kayak main film. Hari ini enggak mungkin sama dengan hari sebelumnya. Harus ada totalitas. Tuhan menciptakan manusia itu mau jadi apa. Masih belajar menuju ke sana," ujar Sarah.

Hobi Nonton dan Berenang

Jika sudah tiba di suatu kota dan beristirahat minimal 15 jam di hotel, Sarah akan mengisi waktu dengan menonton film, berenang, dan tidur. Hanya sesekali ia menyempatkan diri melihat suasana kota sambil mencari makan.

Ia menonton film apa saja, termasuk film India dan film komedi Indonesia. Baginya, film menjadi senjata ampuh untuk mengobati rasa galau. Ketika film Habibie dan Ainun diputar di bioskop, Sarah buru-buru menontonnya. Soalnya ia mengidolakan Habibie dan menggenggam impian untuk menciptakan pesawat buatannya sendiri. "Pilot itu cuma operator pesawat. Masih keren yang nyiptain pesawatnya," tambah Sarah.

Dibawa Jatuh

Dalam hidup, Sarah selalu tertantang meraih sesuatu yang lebih baik daripada yang disediakan. Ketika hendak mendaftar untuk Jurusan Teknik Pesawat Udara di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, ia tiba-tiba terpikat pada pilihan lain, yaitu Jurusan Penerbang.

Ia lalu menjalani rangkaian tes, termasuk tes bakat, yang membawanya terbang untuk pertama kali. Pada ketinggian 3.000 kaki, instruktur tiba-tiba mematikan mesin dan sesaat membiarkan pesawat latih itu jatuh bebas. "Baru nerbangin pesawat pertama kali sudah dibawa jatuh," ujarnya.

Sarah lolos ujian mental itu dan kemudian menjalani pendidikan gratis sebagai calon pilot selama dua tahun dua bulan. Ia menjadi satu-satunya siswa perempuan. Sarah berjuang keras agar kekuatannya ketika berlari atau di saat push up bisa menyamai rekan-rekannya yang cowok.

Begitu lulus pada Februari 2009, ia menjadi pilot Garuda dan mulai terbang pada 2010. Ketika ditanya rute yang ditempuh saat pertama kali membawa pesawat berpenumpang, Sarah tertawa dan menjawab, "Saya lupa."

Satu hal yang tak pernah dilupakannya adalah ketika kapten pesawat pura-pura meninggal dunia dan untuk pertama kalinya ia menerbangkan pesawat tanpa panduan. "Rasanya benar-benar harus bertanggung jawab sama penumpang. Ternyata saya bisa menerbangkan pesawat sendiri," tambahnya.

Sejak kecil, Sarah sudah akrab dengan dunia penerbangan. Ia sering kali diajak ke tempat kerja ayahnya yang bertugas di bagian teknik penerbangan. Sempat lima tahun mengikuti ayahnya tinggal di Biak, Sarah berharap suatu saat bisa membuka sekolah untuk anak-anak kurang mampu di sana. Agar suatu hari kelak, mereka bisa terbang juga bersama Sarah untuk menggapai mimpi....

Di antara ayam jago

Ketika Sarah masih di dalam kandungan, sang ibu sudah terbiasa berhadapan dengan binatang liar, seperti biawak, di pedalaman Biak, Papua. Sarah lantas bertumbuh menjadi gadis kecil yang pemberani, periang, dan tomboi.

Jika ayahnya sedang memperbaiki mesin, Sarah kecil ikut-ikutan sibuk dengan membalikkan sepeda mininya. Sifat tomboi itu ternyata berlanjut ketika ia menjadi satu-satunya siswa perempuan di STPI. Di STPI, Sarah harus tampil seperti ayam jago, julukan bagi anak laki-laki siswa STPI. Rekan-rekannya akan meledek setiap kali dia ingin menangis. "Lu cengeng banget, sih, baru kayak gitu," ujar Sarah menirukan ucapan rekan-rekannya kala itu.

Ketika rekan-rekannya mengagumi kecantikan pramugari saat tes kesehatan bareng, Sarah hanya berujar, "Iya cantik-cantiklah, enggak ada yang dihukum!"

Seorang sahabatnya lantas menimpali, "Tenang Sarah, kamu tetap paling cantik di ketinggian one up to three thousand feet ha-ha-ha...."

Ketinggian jelajah terbang Sarah kala itu memang di antara 1.000-3.000 kaki. Kebalikannya, setelah Sarah menjadi pilot, rekan-rekan sesama lulusan STPI menuntutnya untuk tampil lebih "cewek". Mereka sampai membelikannya gaun hingga sepatu hak tinggi.

Pramugari di Garuda Indonesia juga selalu mendorong Sarah agar berdandan. Dari awalnya bergaya kasual dengan jins dan kaus, Sarah mulai merias wajah. "Pramugari bilang jangan terlihat kucel dong. Make up dikit karena bawa nama Garuda dan bangsa," kata Sarah.

Bekerja di lingkungan yang didominasi pria, Sarah bertekad akan menjadi istri dan ibu yang baik. "Saya lebih cocok punya pacar yang enggak sering ketemu. Sebulan sekali ketemu itu lebih bagus," tambah Sarah sambil tertawa.

Ia pun sudah menyiapkan siasat perawatan anak jika telah menikah dan harus terbang jauh. Sarah berencana mengajak anaknya ikut terbang dengan dijaga sang nenek.

"Jangan sampai anakku tahunya ibunya itu mamaku. Airbus terbang paling lama sembilan hari, bayi bisa diajak. Sisanya, bisa pulang setiap tiga atau empat hari sekali," ujar Sarah.

(sumber)


Baca Selengkapnya ....

Tiket

Popular Posts

LAYANAN TIKET PESAWAT MURAH support SENI BERBELANJA DI RUMAH - Original design by Bamz | Copyright of Berbagi Berita Terkini.