Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Video Polisi Bali Palak Turis Belanda Beredar di Youtube

Posted by Unknown Rabu, 03 April 2013 0 komentar
Video Polisi Bali Palak Turis Belanda Beredar di Youtube  Salah satu adegan video "Polisi Korupsi di Bali" yang beredar luas di Youtube. 
DENPASAR,  Sebuah video seorang oknum polisi di Bali memalak turis Belanda berjudul "Polisi Korupsi Di Bali/ Corruption Police in Bali" beredar di Youtube. Video berdurasi 4 menit 49 detik tersebut berisi adegan pemalakan seorang oknum polisi terhadap wisatawan Belanda di dalam pos polisi Lio Square, perempatan Petitenget, Kuta Utara.
Oknum polisi yang tidak diketahui namanya karena emblem nama tertutup rompi berwarna hijau tersebut menilang turis Belanda yang mengaku bernama Van Der Spek. Di dalam pos, oknum polisi tersebut menyebutkan kesalahan Van Der Spek adalah tidak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor.
"Kalau di pengadilan kamu harus membayar Rp 1.250.000, tapi kalau di sini hanya Rp 200.000 saja," ujar oknum tersebut saat melancarkan aksi "damainya" kepada si turis.
Tak pikir panjang, Van Der Spek langsung menyodorkan uang Rp 200.000 berupa empat pecahan Rp 50.000-an. Dari proses pengambilan gambar dengan kamera mata-mata, si turis tampaknya sengaja mendokumentasikan video ini dan tampak seperti liputan investigasi.
Video ini diunggah ke Youtube tanggal 1 April lalu dengan akun "gil4sekali" dan saat ini telah disaksikan lebih dari 300 orang. Saat mengonfirmasi video ini kepada Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi, yang bersangkutan sedang berada di Jakarta dan telepon selulernya tidak aktif saat dihubungi.
Saat dikonfirmasi sore tadi, Kapolres Badung AKBP Komang Suartana membenarkan bahwa oknum polisi tersebut adalah anggotanya dan saat ini tengah dalam pemeriksaan. Dari hasil penyelidikan polisi, video tersebut dibuat sekitar lima bulan lalu, tetapi baru diunggah pada 1 April 2013.

Nonton yuk..aksi Oknum Polisi Keblinger ini :



Baca Selengkapnya ....

Polisi Selidiki Pengirim SMS 'Sayang'

Posted by Unknown Rabu, 27 Maret 2013 0 komentar

Pengirim SMS itu mengajak pemilik handphone berhubungan intim.

Ilustrasi penipuan SMS
Ilustrasi penipuan SMS
Kepolisian Daerah Metro Jaya menyelidiki pesan singkat berisi kata-kata mesum yang belakangan ini 'meneror' warga. Pengirim SMS itu mengajak pemilik handphone untuk berkenalan dan berhubungan intim.

"Saat ini kami sedang selidiki meski belum ada yang melapor," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto kepada VIVAnews, Rabu 27 Maret 2013.

Pesan itu dikirim secara acak bukan hanya kepada pengguna handphone berjenis kelamin laki-laki, tapi juga wanita. Pengirim SMS tersebut menggunakan nomor premium. Modus operandinya, jika korban merespons maka pulsa akan terpotong secara otomatis.

Penipuan SMS seperti ini juga pernah diungkap oleh Polda Metro Jaya baru-baru ini yaitu penjualan tiket pesawat murah. Komplotan ini sudah beroperasi sejak tiga tahun lalu dengan korban ratusan orang.

Pelaku mengirimkan SMS ke nomor handphone secara acak. Biasanya SMS itu dibalas oleh korban yang menyetujui dengan penawaran harga yang ditawarkan.

"Itu kan salah satu kasus, banyak kasus penipuan melalui SMS yang berhasil kami ungkap. Meski meresahkan, masyarakat juga diminta untuk tidak terpancing dengan hal tersebut," kata Rikwanto.
Berikut contoh-contoh SMS 'sayang' yang meresahkan itu. "Ini aku Nia, aku pengen ketemu sama kamu. Kapan kamu ada waktu? Aku lagi kesepian banget, butuh kamu. Telepon aku ke no 08091222122 yah. Aku tunggu !. SMS ini dikirim melalui nomor 087889345294.

Ada juga yang berisi 'Sayang,,, aq kangeeeeeennn ni no aq 0809 1000 999.km tlp skrg yah,,aq tunggu telepon kamu sekarang di kamar kost'an aq ya,sayang!mmmmmmuuuuuaaaacchh. Dikirim melalui nomor 087885776477.' (eh)
Sumber: viva.co.id

Baca Selengkapnya ....

Ladeni SMS 'Sayang', Pulsa Melayang

Posted by Unknown 0 komentar

Baru bicara dua menit pulsa saya langsung terpotong hampir Rp40 ribu.

Ilustrasi SMS
Ilustrasi SMS (theexpiredmeter.com)
Penipuan melalui pesan singkat atau SMS dilakukan dengan berbagai macam cara. Jika warga sudah biasa dengan SMS minta pulsa atau transfer uang, kini pelaku mencoba melakukan penipuan dengan mengirim SMS mesra.

Henny, 25 tahun, warga Jakarta Selatan, mengaku sering menerima SMS 'sayang' itu. Pelaku mengirim SMS dengan nomor yang selalu berbeda. Pelaku meminta korban menelepon ke nomor premium yang dicantumkan dalam SMS. Dalam sehari, Henny bisa lima kali dapat pesan mesra tersebut. Meski demikian dia tidak pernah terpancing.

"Tidak pernah saya balas, sepertinya salah sasaran karena SMS yang sering saya terima mengaku seorang perempuan, sedangkan saya juga perempuan," kata Henny kepada VIVAnews, Rabu 27 Maret 2013.

Karena penasaran, Henny pernah mengajak teman prianya untuk menghubungi nomor yang tertera dalam SMS tersebut. Ketika dihubungi, terdengar suara seorang perempuan menggoda sang penelepon.

"Perempuan itu mengajak bicara dan langsung menuju ke hal-hal yang intim seperti itu. Baru bicara dua menit pulsa saya langsung terpotong hampir Rp40 ribu," ucapnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengaku akan menelusuri pengirim sms tersebut meski belum ada laporan dari masyarakat. Sebab menurut dia, SMS 'sayang' itu sudah meresahkan warga.

Berdasarkan data kasus yang pernah diungkap Polda Metro Jaya, pelaku penipuan SMS ini merupakan komplotan. Polisi menduga pelaku mengirim SMS secara acak.

Ini salah satu contoh SMS 'sayang' yang meresahkan itu. "Ini aku Nia, aku pengen ketemu sama kamu. Kapan kamu ada waktu? Aku lagi kesepian banget, butuh kamu. Telepon aku ke no 08091222122 yah. Aku tunggu !. SMS ini dikirim melalui nomor 087889345294. (umi)

Sumber: viva.co.id

Baca Selengkapnya ....

Wildan, lulusan STM peretas situs SBY total kerjai 5.320 situs

Posted by Unknown Senin, 28 Januari 2013 0 komentar
Wildan, lulusan STM peretas situs SBY total kerjai 5.320 situs
Situs Presiden SBY di Hack. ©2013 Merdeka.com

Wildan Yani S Hari, pemuda lulusan STM Pembangunan sipil nyatanya tidak hanya meretas situs presidensby.info tetapi juga ribuan situs lainnya. Hal ini diketahui Mabes Polri dengan menyelusuri log file history salah satunya situs service provider www.jatireja.network yang memuat situs SBY.

"Dari hasil online investigation kita bisa mengetahui log file history-nya dan tenyata bukan hanya ini saja situs Jatireja, banyak situs lain, ada 5.320 log ini yang dilakukan tersangka. Tapi yang sudah kita peroleh datanya, Jatireja, polresgunungkidul dan ada juga situs www.presidensby.info yang kebetulan menggunakan isp dari Jatireja ini," kata
Dir Tipid Eksus Bareskrim Polri, Brigjen Arief Sulistyo di PTIK, Jakarta, Selasa (28/1).

Polisi menyatakan, Wildan sama sekali tidak punya kepentingan politik untuk meretas situs SBY. Latar belakang Wildan tak lain hanya iseng. Kini karyawan CV Suryatama itu telah mendekam di Bareskrim Polri.

"Dengan motif iseng saja, hanya mengganti tampilan, tidak ada kepentingan politik. Sehngga dari situs Jatireja kita sudah dapat bukti semua. 5 orang saksi dari pengelola situs juga sudah diperiksa. Dengan barang bukti dari Jember 2 CPU dilakukan penyitaan, saat ini tersangka di Bareskrim," lanjut Arief.

Akibat perbuatannya Wildan dikenai pasal 22 huruf B UU 36/1999 tentang telekomunikasi dan pasal 30 ayat 1, ayat 2 dan atau ayat 3, jo pasal 32 ayat 1 UU no 11/2008 tentang ITE.

Sebelumnya, peretas situs presidensby.info yang berinisial Wildan (22), warga Jember, Jawa Timur, berhasil diamankan oleh tim cyber crime Mabes Polri. WYA juga telah dibawa ke Mabes Polri di Jakarta (25/1).

Pemilik warnet tempat WYA bekerja, Adi Kurniawan mengaku tidak mengetahui kronologi penangkapan peretas situs presidensby.info yang diduga adalah karyawannya itu. Namun yang bersangkutan terakhir kali masuk kerja pada Jumat

"Saya baru dikabari oleh karyawan lain dan handphone WYA juga tidak aktif. Polisi kemungkinan juga membawa komputer server di warnet karena tidak ada di tempat," tutur Adi.

Menurut Adi, pintu sempat terkunci pada Sabtu (26/1) dan kondisi ruangan warnet berantakan serta sepeda motor WYA ada di dalam ruangan. "Kami membuka paksa pintu warnet dan baru yakin kalau WYA ditangkap tim Mabes Polri, setelah melihat ruangan warnet berantakan dan server komputer warnet juga tidak ada," paparnya.

Sebelumnya situs presidensby.info yang menjadi salah satu penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada masyarakat sempat diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya 'Jemberhacker Team' pada 9 Januari 2013.

Saat diretas, laman tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas 'Hacked by MJL007', sementara di bawahnya tertera sebuah logo pocong dan tulisan 'Jemberhacker Team' berwarna putih.

Saat itu, kepada merdeka.com Jember Hacker Terorist (JHT), peretas situs resmi Presiden SBY, mengaku aksinya meretas situs tersebut karena Presiden SBY dinilai gagal memimpin Indonesia. Sudah dua periode memimpin, SBY dianggap tidak mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

"Ketidakberhasilan SBY dalam memimpin negeri tercinta ini, membuat kita (JHT) melakukan pembalasan terhadap SBY," kata perwakilan JHT kepada merdeka.com, Rabu (9/1).

Tidak hanya itu, peretas juga menilai kepemimpinan SBY merupakan masa subur pertumbuhan koruptor di Tanah Air. Bisa dipastikan, dari tingkat pusat sampai daerah, korupsi menjadi budaya yang cepat berkembang, ibarat jamur tumbuh di musim hujan

"Korupsi semakin merajalela, rakyat miskin di mana-mana! Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin," terangnya.

Sumber: merdeka.com

Baca Selengkapnya ....

Lulusan SMK acak-acak situs resmi Presiden SBY

Posted by Unknown 0 komentar
Lulusan SMK acak-acak situs resmi Presiden SBY
Situs Presiden SBY di Hack. ©2013 Merdeka.com

Peretas situs presidensby.info yang berinisial WYA (20), warga Jember, Jawa Timur, berhasil diamankan oleh tim cyber crime Mabes Polri. WYA juga telah dibawa ke Mabes Polri di Jakarta.

"Memang benar WYA ditangkap oleh tim Mabes Polri dan saya tidak punya kewenangan untuk menyampaikan hal itu," kata Kapolres Jember AKBP Jayadi, seperti dilansir dari Antara, Senin (28/1).

WYA merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bekerja sebagai operator warung internet (warnet). WYA juga bekerja sebagai teknisi komputer di salah satu warnet di Jalan Letjen Suprapto, Jember.

Pemilik warnet tempat WYA bekerja, Adi Kurniawan mengaku tidak mengetahui kronologis penangkapan peretas situs presidensby.info yang diduga adalah karyawannya itu. Namun yang bersangkutan terakhir kali masuk kerja pada Jumat (25/1).

"Saya baru dikabari oleh karyawan lain dan handphone WYA juga tidak aktif. Polisi kemungkinan juga membawa komputer server di warnet karena tidak ada di tempat," tutur Adi.

Menurut Adi, pintu sempat terkunci pada Sabtu (26/1) dan kondisi ruangan warnet berantakan serta sepeda motor WYA ada di dalam ruangan. "Kami membuka paksa pintu warnet dan baru yakin kalau WYA ditangkap tim Mabes Polri, setelah melihat ruangan warnet berantakan dan server komputer warnet juga tidak ada," paparnya.

Sebelumnya situs presidensby.info yang menjadi salah satu penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada masyarakat sempat diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya 'Jemberhacker Team' pada 9 Januari 2013.

Saat diretas, laman tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas 'Hacked by MJL007', sementara di bawahnya tertera sebuah logo pocong dan tulisan 'Jemberhacker Team' berwarna putih.

Sumber: merdeka.com

Baca Selengkapnya ....

Raffi ahmad ternyata sering gelar pesta!

Posted by Unknown Minggu, 27 Januari 2013 0 komentar
Raffi ahmad ternyata sering gelar pesta!
Raffi Ahmad @foto: KapanLagi.com®

Badan Narkotika Nasional (BNN) ternyata sudah sejak lama mengincar Raffi Ahmad. Artis yang hampir tiap hari muncul di televisi ini diincar karena kerap menggelar pesta di rumahnya, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Sudah beberapa bulan ini kami intai, kebiasaan melakukan pesta. Digerebek jam 04.30 WIB," ungkap Deputi Penindakan BNN Irjen Benny Mamoto di Gedung BNN, Jakarta, Minggu (27/1).

Rumah Raffi Ahmad @foto: KapanLagi.com®/Mathias Purwanto

Penggerebekan itu sendiri dilakukan BNN atas pertisipasi wara sekitar. Menurut Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, warga sekitar telah melaporkan pada BNN bahwa Raffi kerap menggelar pesta di rumahnya.

Raffi Ahmad @foto: KapanLagi.com®

"Kami terima laporan dari masyarakat, sering ada pesta. Sudah dilakukan sejak lama pesta di situ," jelas Anang pada jumpa pers di Gedung BNN, Jakarta.

Raffi dan 16 rekannya digerebek oleh BNN saat menggelar pesta Minggu (27/1) dini hari tadi. Seperti yang diberitakan di Situs Merdeka, BNN telah menyita sejumlah barang bukti, yakni dua linting ganja dan MDMA (pil inex).

"Mereka ditangkap di rumah RA. Barang bukti ganja dua linting, lalu ada MDMA dicampur dengan minuman Sprite. Hasil laboratorium mudah-mudahan setengah jam sudah selesai," pungkas Benny. (kpl/mdk/adb)

Sumber: Kapanlagi.com

Baca Selengkapnya ....

5 Identitas positif narkoba di rumah Raffi Ahmad

Posted by Unknown 0 komentar
5 Identitas positif narkoba di rumah Raffi Ahmad
Raffi Ahmad. kapanlagi.com

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan lima orang yang ditangkap di rumah Raffi Ahmad positif menggunakan narkoba. Namun, dari inisial kelimanya, tak ada inisial Raffi Ahmad dan Wanda Hamidah.

"Inisial K profesi mahasiswa, inisial W profesi konsultan restoran, inisial J profesi swasta, inisial MF profesi swasta, inisial M profesi pengacara," kata Humas BNN Sumirat dalam jumpa pers di Gedung BNN, Jakarta, Minggu (27/1).

Saat ditanyakan soal Raffi Ahmad dan Wanda Hamidah tak termasuk? Sumirat tak menjawabnya secara tegas.

"Karena masih ada assesment (hasil pemeriksaan secara menyeluruh) seperti dari darah, rambut, kuku, dan lainnya," katanya.

Sumber: merdeka.com

Baca Selengkapnya ....

Penyedia Narkoba Bukan Raffi, Wanda, Irwansyah, dan Zaskia

Posted by Unknown 0 komentar
Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, dalam jumpa pers di Kantor BNN, Jakarta, menunjukkan barang bukti narkoba yang ditemukan saat penggerebekan di rumah Raffi Ahmad, Minggu (27/1/2013). BNN menangkap 17 orang dalam operasi penggerebekan narkoba di rumah Raffi Ahmad.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan telah menciduk penyedia narkotika yang digunakan oleh Raffi Ahmad dan kawan-kawan dalam pesta narkotika yang digerebek oleh BNN pada Minggu (27/1/2013) subuh di kediaman Raffi di Jakarta. BNN menyatakan pula, penyedia narkotika itu bukan seorang pun dari empat sosok publik yang ada di rumah Raffi ketika terjadi penggerebekan. 

"Barang itu berasal dari satu orang. Mereka (16 orang) sudah menunjuk salah satu dari mereka sebagai penyedia barang-barang itu," ujar Deputi Pemberantasan, BNN, Benny Josua Mamoto, kepada para wartawan di gedung BNN, Minggu (27/1/2013) siang.

Meski demikian, Benny belum bisa mengungkap identitas sang penyedia narkotika tersebut atas alasan penyelidikan. Namun, lanjutnya, "Belum masih diperiksa. Bukan dari empat orang artis itu (Raffi, Wanda, Irwansyah, dan Zaskia). Orangnya laki-laki."

Hingga kini, BNN masih melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang itu. Pemeriksaan pertama, tes urine. Namun, tes urine bukan satu-satunya teknik penyelidikan untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. BNN perlu bukti apakah Raffi Cs hanya menggunakan narkotika atau terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Untuk waktu rangkaian penyelidikan tersebut, Benny mengaku tidak bisa menargetkannya. Namun, sesuai prosedur yang ada, seseorang akan menjalani pemeriksaan selama 3 x 24 jam dan tambahan 3 x 24 jam berikutnya. "Kita masih punya waktu tiga hari dan tambahan tiga hari lagi. Kita tentukan apakah mereka hanya penyalahguna atau terlibat jaringan," kata Benny.

Sumber: kompas.com


Baca Selengkapnya ....

Kronologi Penggerebekan di Rumah Raffi Ahmad

Posted by Unknown 0 komentar
Artis, Raffi Ahmad, hadir dalam konferensi pers Dahsyatnya Awards 2011 di Studio RCTI Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (19/1/2011). Ajang penghargaan bagi insan musik ini akan digelar pada 26 Januari di JIEXPO-Kemayoran.


Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan di rumah milik artis Raffi Ahmad di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2013) pagi. Hasilnya, Rafi dan beberapa rekannya digiring ke BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Berikut kronologi kejadian berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com dari beberapa narasumber di lokasi penggerebekan.

Sekitar pukul 05.15 WIB, Ma'sun, Ketua RT 09 RW 04 Lebak Bulus, dijemput seorang anggota BNN di rumahnya.

Kepada Ma'sun, petugas BNN meminta kesediaan Ma'sun menjadi saksi dalam penggerebekan di rumah salah seorang warganya. Ia kemudian ke luar dan mengikuti petugas tersebut. Di jalan menuju rumah Raffi, delapan anggota BNN lain telah hadir.

"Mereka parkir di depan Sekolah Widuri, terus jalan kaki ke sini," kata Ma'sun.

Perjalanan mereka terhenti di rumah Raffi. Petugas kemudian masuk ke rumah dan melihat Raffi di ruang tamu mengenakan baju kaus dan celana pendek bersama beberapa rekannya.

Penggeledahan dilakukan di ruang tamu dan lantai bawah, kemudian dilanjutkan ke lantai dua.

Denia, pembantu rumah tangga di rumah Raffi, menjelaskan, beberapa saat setelah pukul 05.00 WIB, ia hendak mematikan lampu rumah. Saat itu sekitar 10 pria berpakaian preman menaiki anak tangga.

Ia kemudian melaporkan kedatangan para tamu tersebut ke suaminya, Umar, yang berada di kamar tidur. Umar keluar dan sempat terlibat perdebatan dengan petugas.

Sekitar pukul 06.30, Umar dibawa ke lantai 1. Saat itu pula Irwansyah dan Zaskia Sungkar terlihat memasuki rumah.

Di ruang tamu, bersama Raffi, saat itu ada Wanda Hamidah dan dua teman dekat Raffi, yakni Rajiv dan seorang teman Raffi yang tidak dikenal Denia.

"Dari dalam rumah, orang BNN bawa dua linting ganja dan sekitar 14 kapsul dalam botol hitam," kata Ma'sun.

Menurut Ma'sun, petugas keluar dari rumah Rafi sekitar pukul 07.30. "Pas warga saya sedang kerja bakti," tutur Ma'sun.

Ardi, warga yang tinggal di depan kompleks rumah Raffi, membenarkan, rombongan orang keluar dari rumah Raffi setelah pukul 07.00, saat warga sedang kerja bakti.

Saat itu, warga tidak menduga terjadi penggerebekan karena mengira sedang dilakukan syuting di rumah host acara musik Dahsyat itu.

Ma'sum melihat beberapa artis ikut dibawa bersama Raffi oleh petugas BNN.

Menurut Denia, suaminya, Umar, ikut dibawa bersama rombongan tersebut.

"Kami tahunya ada rombongan artis karena mobilnya diparkir di depan sekolah. Mereka jalan kaki lewat sini," kata Ardi.

Seperti diberitakan, BNN menangkap total 17 orang dari rumah Raffi Ahmad, Minggu. Empat di antaranya adalah Raffi Ahmad, Wanda Hamidah, Irwansyah, dan Zaskia Sungkar.

Sumber: kompas.com


Baca Selengkapnya ....

Diduga Pesta Narkoba, Raffi Ahmad Cs Ditangkap BNN

Posted by Unknown 0 komentar
Artis, Raffi Ahmad saat berlatih bersama Daud Jordan di Atrium Pondok Indah Mall, Jakarta, Rabu (13/4/2011).

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Irjen Benny Jozua Mamoto membenarkan pihaknya menangkap sejumlah artis Ibu Kota yang diduga tengah berpesta narkotika.

"Ada memang, salah satunya berinisial RA," ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor BNN, Minggu (27/1/2013) siang.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, RA adalah Raffi Ahmad.

Selain Raffi, BNN juga mengamankan beberapa artis lainnya dari rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Meski demikian, Benny belum bisa menyebutkan nama lainnya atas alasan tengah menjalani pemeriksaan tes urine.

"Kasih saya waktu 15 menit untuk menjelaskan ini semua. Kami menunggu ada tes urine," lanjutnya.

Raffi Ahmad beserta artis lainnya dikabarkan digerebeg di rumah Raffi di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu subuh. Bersama dengan aksi penggerebegan tersebut, BNN menemukan sejumlah barang bukti narkotika.

Sumber : kompas.com



Baca Selengkapnya ....

Tiket

Popular Posts

LAYANAN TIKET PESAWAT MURAH support SENI BERBELANJA DI RUMAH - Original design by Bamz | Copyright of Berbagi Berita Terkini.