Tampilkan postingan dengan label penerbangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penerbangan. Tampilkan semua postingan

Baru Pailit, Batavia Air Sudah Diincar Investor

Posted by Unknown Kamis, 31 Januari 2013 0 komentar
Baru Pailit, Batavia Air Sudah Diincar Investor
(Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Tim Kurator dan Pengurus Kepailitan Batavia Air mengungkapkan sudah ada sejumlah investor yang mengaku tertarik mengucurkan investasi di maskapai yang baru saja dinyatakan pailit Pengadilan Niaga Jakarta Pusat tersebut.

"Sudah ada beberapa investor yang tertarik dalam masalah bisnis ini, jadi lihat saja lah akhirnya," ujar anggota tim kurator, Andra Reinhard Pasaribu, dalam acara konferensi pers masalah kepailitan Batavia Air di Taman Ria Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Andra menjelaskan, tidak tertutup kemungkinan bagi para investor untuk menghidupkan kembali Batavia Air. Bahkan investor baru dari maskapai yang pailit akibat tak mampu membayar utangnya ini bisa saja menjadikan Batavia Air menjadi maskapai penerbangan terbaik.

"Kalau ada investor yang ingin melakukan investasi, yah dimungkinkan bisa menjalankan rutinitas penerbangan kembali," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan ketertarikan dari Air Asia, Andre menekankan, bahwa kurator hanya menunggu pihak Air Asia untuk mengajukan penawarannya kembali dalam mengambil alih Batavia Air kembali.

"Kalau pihak Air Asia berkeinginan, pasti mereka kembali lagi untuk melihat Batavia Air," jelasnya.

Sumber: liputan6.com

Baca Selengkapnya ....

Batavia Air akan Bayar Tiket yang Terlanjur Dibeli

Posted by Unknown 0 komentar
Batavia Air akan Bayar Tiket yang Terlanjur Dibeli

Setelah diputuskan pailit, Batavia Air menghentikan kegiatan operasional sejak Kamis (31/1/2013) pukul 00.00 WIB. Manajemen Batavia menyatakan tiket yang sudah terlanjur dibeli akan dibayarkan kembali.

"Surat Pemberitahuan Stop Operasi sudah dikirimkan malam ini juga kepada Dirjen Perhubungan Udara Harry Bakti," ujar PR Manager Batavia Air Elly Simanjuntak dalam keterangan persnya, Rabu (30/1/2013).

Untuk membantu menanggani segala urusan dan dampak dari penutupan perusahaan Batavia Air, pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah menunjuk empat kurator sebagai berikut:

1. Turman Panggabean

2. Andra Reinhard Sirait, Lawfirm Duma & Co

3. Permata N Daulay, Law Firm PN Daulay & Partners

4. Alba Sukma Hadi Sukma & Partners

Tim kurator yang dipilih oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akan menangani berbagai dampak dari diberhentikannya kegiatan bisnis Batavia Air. Termasuk urusan refund atau endorse tiket para penumpang, cargo, pajak, penyelesaian karyawan Batavia Air, mitra terkait seperti para travel agent, kreditor, dan lain-lain.

"Para penumpang yang sudah memiliki tiket Batavia Air dan belum melakukan penerbangan bisa melapor ke kantor perwakilan Batavia Air setempat untuk melakukan pencatatan proses refund yang akan dibawa ke tim kurator," jelas dia.

Seluruh karyawan Batavia Air efektif mulai 31 Januari 2013 dengan sangat terpaksa diberhentikan secara hormat, kecuali mereka yang ditunjuk sebagai tim pemberesan.

"Segala macam bentuk dan kewajiban karyawan yang diberhentikan akan diurus oleh tim HRD kepada kurator, sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 pasal 165," jelas Elly.

Adanya permohonan pailit yang diajukan oleh perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) terhadap Batavia Air, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam putusannya No. 77/pailit/2012/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 30 Januari 2013 telah menjatuhkan putusan pailit kepada Batavia Air.

"Manajemen Batavia Air pun menerima putusan pailit tersebut," ungkapnya.

Gugatan pailit ini menyangkut ketertarikan Batavia Air untuk mengambil pesawat jenis pesawat wide body Airbus 330 untuk angkutan penerbangan jemaah haji. Ternyata, tiga tahun berturut-turut Batavia Air tidak mendapatkan proyek haji, sehingga terjadi tunggakan-tunggakan pembayaran. ILFC kemudian melayangkan permohonan pailit kepada Batavia Air ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 20 Desember 2012.

Sumber: liputan6.com

Baca Selengkapnya ....

Diputus pailit, Batavia Air tak jamin tiket bisa dikembalikan

Posted by Unknown Rabu, 30 Januari 2013 0 komentar

Diputus pailit, Batavia Air tak jamin tiket bisa dikembalikan

Batavia Air. REUTERS/Beawiharta

Keputusan pengadilan niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan gugatan pailit terhadap maskapai penerbangan Batavia Air mengejutkan berbagai pihak. Tidak hanya manajemen, tapi juga penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket pesawat tersebut.

Humas Batavia Air Elly Simanjuntak mengatakan, karena Batavia Air secara resmi berhenti beroperasi pada 31 Januari 2013, maka penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket pesawat bisa mengembalikan tiket yang sudah dipesan.

"Bagi penumpang yang sudah pesan tiket, bisa datang dan lapor ke kantor perwakilan kami untuk pencatatan refund," ujar Elly kepada merdeka.com, Rabu (30/1).

Meski bakal dilakukan pencatatan atas tiket yang sudah terlanjur dipesan, manajemen Batavia Air tidak bisa menjamin tiket tersebut bisa dikembalikan. Alasannya, segala sesuatu yang berurusan dengan dampak dari putusan pailit, diserahkan sepenuhnya ke kurator.

"Kami sendiri tidak bisa mengatakan tiket bisa dikembalikan, kami berusaha semaksimal mungkin membantu pengembalian tiket. Kami melakukan pencatatan dan kami serahkan sepenuhnya ke kurator. Ada empat kurator yang sudah ditunjuk," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akhirnya memutuskan mengabulkan permohonan dari perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) yang menggugat pailit PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air.

"Mengabulkan permohonan pemohon (ILFC) untuk seluruhnya," ungkap ketua majelis hakim Agus Iskandar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Rabu (30/1).

Dalam amar putusannya, Agus Iskandar menyatakan Batavia Air memenuhi syarat untuk dinyatakan pailit, sesuai dengan UU nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan. "Menyatakan termohon yakni Batavia Metro pailit," tegasnya.

"Telah memenuhi syarat untuk kepailitan, sehingga permohonan tersebut dapat dikabulkan," tambahnya.

IFLR melakukan gugatan pailit terhadap Batavia Air. Batavia 'dibangkrutkan' karena tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012 yang jumlahnya mencapai USD 4,68 juta.

Utang tersebut berasal dari kewajiban pembayaran sewa, cadangan (reserves), dan bunga keterlambatan pembayaran. Permohonan pailit didaftarkan ke Pengadilan Niaga dengan No.77/Pailit/2011/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Dari berkas yang diajukan pemohon, disebutkan bahwa Batavia menyewa pesawat Airbus A330-202 dengan nomor serial pabrikan 205 dengan dua mesin General Electric.

Menyusul putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang menetapkan Metro Batavia pailit, maskapai penerbangan Batavia Air dinyatakan berhenti beroperasi.

"Berdasarkan putusan PN Pusat, secara resmi kami nyatakan Batavia Air tidak beroperasi," tegas kuasa hukum Batavia Air Raden Catur Wibowo di Jakarta, Rabu (30/1).

Dia menuturkan, pihak manajemen maskapai penerbangan yang resmi berdiri pada 2001 ini, menerima putusan pengadilan niaga.

"Setelah keluarnya putusan pailit ini, seluruh aktivitas penerbangan Batavia Air dinyatakan berhenti pada 31 Januari 2013 pukul 00.00 WIB," ucapnya.

Sumber: merdeka.com


Baca Selengkapnya ....

Diputus pailit, situs resmi Batavia Air tutup

Posted by Unknown 0 komentar

Setelah resmi diputus pailit oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat, Batavia Air dengan terpaksa bakal menghentikan operasionalnya terhitung mulai 31 Januari 2013 pukul 00.00 WIB.

Beberapa saat setelah menyatakan berhenti terbang, situs resmi Batavia Air yakni www.batavia-air.com juga ditutup. Di laman tersebut hanya tertulis "our website temporary down for maintenance". Padahal, sebelum putusan pailit, situs tersebut masih bisa diakses.

Situs resmi tersebut biasanya digunakan untuk pemesanan tiket pesawat secara online. Dalam situs tersebut juga terdapat profil dan rekam jejak perusahaan. Namun, saat ini situs tersebut tidak bisa diakses.

Seperti diketahui, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akhirnya memutuskan mengabulkan permohonan dari perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) yang menggugat pailit PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air.

"Mengabulkan permohonan pemohon (ILFC) untuk seluruhnya," ungkap ketua majelis hakim Agus Iskandar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Rabu (30/1).

Dalam amar putusannya, Agus Iskandar menyatakan Batavia Air memenuhi syarat untuk dinyatakan pailit, sesuai dengan UU nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan. "Menyatakan termohon yakni Batavia Metro pailit," tegasnya.

"Telah memenuhi syarat untuk kepailitan, sehingga permohonan tersebut dapat dikabulkan," tambahnya.

IFLR melakukan gugatan pailit terhadap Batavia Air. Batavia 'dibangkrutkan' karena tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012 yang jumlahnya mencapai USD 4,68 juta.

Utang tersebut berasal dari kewajiban pembayaran sewa, cadangan (reserves), dan bunga keterlambatan pembayaran. Permohonan pailit didaftarkan ke Pengadilan Niaga dengan No.77/Pailit/2011/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Dari berkas yang diajukan pemohon, disebutkan bahwa Batavia menyewa pesawat Airbus A330-202 dengan nomor serial pabrikan 205 dengan dua mesin General Electric.

Menyusul putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang menetapkan Metro Batavia pailit, maskapai penerbangan Batavia Air dinyatakan berhenti beroperasi.

"Berdasarkan putusan PN Pusat, secara resmi kami nyatakan Batavia Air tidak beroperasi," tegas kuasa hukum Batavia Air Raden Catur Wibowo di Jakarta, Rabu (30/1).

Sumber: merdeka.com


Baca Selengkapnya ....

Batavia Air berhenti terbang, rute diambil alih Mandala Airlines

Posted by Unknown 0 komentar

Batavia Air berhenti terbang, rute diambil alih Mandala Airlines

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerima laporan mengenai putusan pailit terhadap maskapai penerbangan Batavia Air. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti menuturkan, pihaknya telah mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak buruk dari berhentinya operasional Batavia Air.

Utamanya terkait pelayanan rute penerbangan yang selama ini dipegang oleh Batavia Air. "Mereka (Batavia Air) telah kerja sama dengan maskapai lain," ujar Herry saat konfrensi pers di kantor Kemenhub, Rabu (30/1).

Dia menyebutkan, Mandala Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan yang bakal mengambil alih dan melayani rute penerbangan yang selama ini dipegang Batavia Air.

"Sudah kerja sama dengan Mandala. Mandala bersedia melayani. Sistemnya business to business(B to B)," jelasnya.

Pihaknya juga meminta maskapai penerbangan lain membantu mengambil alih rute penerbangan yang selama ini dilayani Batavia Air. Diharapkan, ada sedikit kompensasi kepada penumpang. "Rute yang sama dengan batavia ditampung dengan harga yang rendah," katanya.

Pemerintah segera memanggil jajaran direksi dan manajemen Batavia Air terkait putusan ini. Kemenhub menerima putusan pihak Batavia Air yang secara resmi menghentikan operasionalnya mulai 31 Januari 2013 pukul 00.00 WIB.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akhirnya memutuskan mengabulkan permohonan dari perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) yang menggugat pailit PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air.

"Mengabulkan permohonan pemohon (ILFC) untuk seluruhnya," ungkap ketua majelis hakim Agus Iskandar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Rabu (30/1).

Dalam amar putusannya, Agus Iskandar menyatakan Batavia Air memenuhi syarat untuk dinyatakan pailit, sesuai dengan UU nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan. "Menyatakan termohon yakni Batavia Metro pailit," tegasnya.

"Telah memenuhi syarat untuk kepailitan, sehingga permohonan tersebut dapat dikabulkan," tambahnya.

IFLR melakukan gugatan pailit terhadap Batavia Air. Batavia 'dibangkrutkan' karena tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012 yang jumlahnya mencapai USD 4,68 juta.

Utang tersebut berasal dari kewajiban pembayaran sewa, cadangan (reserves), dan bunga keterlambatan pembayaran. Permohonan pailit didaftarkan ke Pengadilan Niaga dengan No.77/Pailit/2011/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Dari berkas yang diajukan pemohon, disebutkan bahwa Batavia menyewa pesawat Airbus A330-202 dengan nomor serial pabrikan 205 dengan dua mesin General Electric.

Menyusul putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang menetapkan Metro Batavia pailit, maskapai penerbangan Batavia Air dinyatakan berhenti beroperasi.

"Berdasarkan putusan PN Pusat, secara resmi kami nyatakan Batavia Air tidak beroperasi," tegas kuasa hukum Batavia Air Raden Catur Wibowo di Jakarta, Rabu (30/1).

Sumber: merdeka.com


Baca Selengkapnya ....

Diputus pailit, Batavia Air diminta beri penjelasan ke penumpang

Posted by Unknown 0 komentar
Diputus pailit, Batavia Air diminta beri penjelasan ke penumpang
Batavia Air. REUTERS/Beawiharta

Setelah diputus pailit oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat, PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air diminta tidak lepas tangan begitu saja.

Pemerintah meminta agar manajemen Batavia Air memberikan penjelasan ke penumpang. Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan Herry Bakti menyarankan agar pihak Batavia Air tetap standby di bandara-bandara untuk memberi informasi yang lengkap.

"Standby di bandara bandara memberikan penjelasan dan menangani dan melayani penumpang yang tidak jadi berangkat," kata Herry saat konfrensi pers di kantor Kemenhub, Rabu (30/1).

Dia menyebutkan, penumpang Batavia Air di Indonesia memang tidak terlalu besar. Komposisi jumlah penumpang terbilang kecil di dunia penerbangan nasional. Dengan 33 armada, Batavia Air selama ini melayani 42 rute pelayanan domestik.

Dengan komposisi penumpang yang tidak terlalu banyak diharapkan bisa meminimalisir gejolak yang terjadi setelah keluarnya putusan pailit tersebut. "Share Batavia di dunia penerbangan 4,5 persen. Tetap ada penumpangnya. Sharenya tidak terlalu ada gejolak yang terlalu tinggi," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akhirnya memutuskan mengabulkan permohonan dari perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) yang menggugat pailit PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air.

"Mengabulkan permohonan pemohon (ILFC) untuk seluruhnya," ungkap ketua majelis hakim Agus Iskandar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Rabu (30/1).

Dalam amar putusannya, Agus Iskandar menyatakan Batavia Air memenuhi syarat untuk dinyatakan pailit, sesuai dengan UU nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan. "Menyatakan termohon yakni Batavia Metro pailit," tegasnya.

"Telah memenuhi syarat untuk kepailitan, sehingga permohonan tersebut dapat dikabulkan," tambahnya.

IFLR melakukan gugatan pailit terhadap Batavia Air. Batavia 'dibangkrutkan' karena tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012 yang jumlahnya mencapai USD 4,68 juta.

Utang tersebut berasal dari kewajiban pembayaran sewa, cadangan (reserves), dan bunga keterlambatan pembayaran. Permohonan pailit didaftarkan ke Pengadilan Niaga dengan No.77/Pailit/2011/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Dari berkas yang diajukan pemohon, disebutkan bahwa Batavia menyewa pesawat Airbus A330-202 dengan nomor serial pabrikan 205 dengan dua mesin General Electric.

Menyusul putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang menetapkan Metro Batavia pailit, maskapai penerbangan Batavia Air dinyatakan berhenti beroperasi.

"Berdasarkan putusan PN Pusat, secara resmi kami nyatakan Batavia Air tidak beroperasi," tegas kuasa hukum Batavia Air Raden Catur Wibowo di Jakarta, Rabu (30/1).

Sumber: merdeka.com



Baca Selengkapnya ....

Batik Air Ditargetkan Beroperasi April 2013

Posted by Unknown Selasa, 29 Januari 2013 0 komentar
article-image

Batik Air, anak usaha Lion Mentari Airlines yang fokus pada layanan full service, ditargetkan bisa beroperasi pada April 2013. Rencananya, Lion akan mengoperasikan Boeing 737-900ER untuk anak usahanya tersebut.

Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air, mengatakan saat ini perseroan masih menunggu penerbitan sertifikat Air Operator Certifikat (AOC) dari Kementerian Perhubungan. "Persiapan masih berjalan, tinggal tunggu proses AOC. Dokumen sudah rampung," kata Edward, Senin (28/1/2013).

Edward menuturkan, tahun ini Batik Air akan menerima empat Boeing 737-900ER. Lion memodifikasi jarak antarkursi (seat pitch) sejumlah pesawat yang saat ini dioperasikan menjadi lebih lebar dan mengganti interior kabin dan warna pesawat tersebut.
"Jumlah seat hanya 185 dari 210 yang biasanya tersedia pada B 737-900ER," ujar Edward.

Rencananya, Batik Air akan menyasar rute bisnis dan pariwisata yang ada di Indonesia. Namun Edward enggan menyebutkan rute bisnis dan pariwisata tersebut. "Kita belum bisa mengatakan rutenya," katanya.

Meski pasarnya tergolong beda dengan Lion Air dan Wings Air, Edward optimis bahwa Batik Air mendapatkan pasar Indonesia. Hal tersebut dikarenakan tumbuhnya kelas menengah di Indonesia. "Setiap tahun kan kelas menengah tumbuh, saya yakin pasar Batik Air," katanya.

Hingga saat ini, Lion mengoperasikan 95 pesawat yang terdiri dari dua MD-90, dua unit Boeing 737-300, delapan unit Boeing 737-400, 68 unit Boeing 737-900 ER dan 14 unit Boeing 737-800 NG dan Boeing 747-400 sebanyak dua unit.

Sumber : infopenerbangan.com



Baca Selengkapnya ....

Beragam Hal Jorok Ditemukan Pramugari di Pesawat

Posted by Unknown 0 komentar

article-image

Penumpang pesawat bisa melakukan hal-hal jorok yang tak terpikirkan oleh orang lain sebelumnya. Seorang pramugari yang sudah bertugas lebih dari 20 tahun, Sara Keagle, menjadi saksinya. Ia berbagi tentang pengalamannya menemukan hal-hal menjijikkan yang ditemukannya di pesawat.

Dalam blog-nya, Flying Pinto, Keagle menuliskan pengalaman-pengalaman uniknya ini. Salah satunya, cerita tentang seorang penumpang pesawat, seorang ibu muda memompa air susunya mulai dari baris masuk, duduk, sepanjang penerbangan, hingga mendarat. Bukan hal yang menjijikkan bila dilakukan di tempat pribadi, tetapi ibu ini memompa ASI-nya secara terang-terangan, tanpa penutup, dan kedua payudaranya dibiarkan terekspos.

Di sebuah penerbangan lain, seorang penumpang memanggil pramugari karena merasa ada cairan yang menetes di kepalanya dari tempat penyimpanan. Ketika dicek, ternyata merupakan ASI yang tadinya beku mulai mencair dan bocor.

Kisah lain adalah ketika Keagle dipanggil seorang penumpang yang merasa selimutnya basah dan minta diganti. Ketika selimut yang bermasalah diangkat, ia melihat ada ingus dalam jumlah banyak di selimut itu.

"Sangat menjijikkan. Sempat ada perasaan ingin muntah. Saya langsung masukkan ke kantong plastik," kata Keagle.

Kisah lainnya, Keagle melihat seorang penumpang yang duduk di kelas satu mengambil makanan menggunakan jari-jari salah satu kakinya, kemudian memakannya begitu saja.

Ada pula kejadian, seorang penumpang sembari menunggu giliran wc, duduk di kursi khusus pramugari/pramugara saat tinggal landas/mendarat. Begitu si penumpang bangkit, Keagle melihat ada cairan di kursinya. Ternyata si penumpang buang air kecil di situ.

Kejadian lain yang tak kalah menjijikkan adalah ketika seorang penumpang kelas satu menggantung kaus kaki basah dan baunya di ventilasi udara untuk mengeringkannya.

"Selama perjalanan, para penumpang lain mengeluhkan aroma tak menyenangkan itu," kata Keagle.

Saking takutnya menemukan hal-hal aneh lagi, setiap kali harus membersihkan kantung belakang tempat duduk, pramugari memilih menggunakan sarung tangan plastik tebal.

Salah satu kejadian, Keagle menemukan sebuah celana dalam perempuan dengan noda darah terselip di dalam salah satu kantung itu.

Kejadian paling menjijikkan, menurut Keagle adalah ketika seorang penumpang menggunakan tisu untuk mengelap kotoran BAB-nya, lalu memasukkan tisu bekas itu kembali ke kotak tisu. Salah satu pramugari menemukan tisu bekas itu karena ia sedang mencari tisu baru.

Sumber : infopenerbangan.com


Baca Selengkapnya ....

Batik Air, Maskapai baru pesaing Garuda Indonesia di 2013

Posted by Unknown Jumat, 18 Januari 2013 0 komentar

Maskapai baru pesaing Garuda Indonesia di 2013

Ilustrasi Pesawat. Ilustrasi shutterstock.com

Dunia penerbangan di Indonesia nampaknya masih akan terus cerah tahun 2013 nanti. Bahkan, Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, analisa International Air Transport Association atau IATA memprediksi Indonesia akan menjadi pasar terbesar kesembilan di dunia untuk penerbangan domestik pada 2014 nanti. Selain itu, Indonesia juga diprediksi menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat keenam di dunia untuk penerbangan internasional.

Seksinya penerbangan di Indonesia disebabkan karena Indonesia terdiri dari beberapa pulau yang dipisahkan oleh lautan. Indahnya alam Indonesia membuat banyak orang bepergian untuk berwisata.

Kementerian Perhubungan juga mengatakan pasar penerbangan nasional masih terus tumbuh sekitar 15â€"20 persen per tahun, seiring pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata 6 persen setahun. Pada Semester I/2012 saja, jumlah penumpang udara sudah bertumbuh 19 persen menjadi 38 juta orang, baik penumpang domestik maupun internasional.

Menggeliatnya permintaan terhadap maskapai ini membuat banyak maskapai terus meramaikan langit Indonesia. Pada tahun 2013 nanti setidaknya ada 2 maskapai baru pesaing Garuda Indonesia yang bergerak dalam penerbangan pelayanan penuh dan eksekutif, terbang di langit Indonesia.

Salah satu maskapai tersebut adalah Batik Air. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan surat izin usaha penerbangan (SIUP) bagi maskapai berkonsep full services, Batik Air, pada akhir Agustus 2012 lalu. Maskapai ini adalah milik PT Lion Mentari Airlines. Batik Air ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2013.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti S Gumay, untuk bisa beroperasi, masih ada satu izin lagi yang harus dipenuhi PT Lion Mentari Airlines. "Mereka harus memiliki air operator certificate (AOC)," ujar Herry beberapa waktu lalu.

Untuk pengajuan AOC harus memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, antara lain Batik Air harus memiliki 10 unit pesawat, lima milik sendiri dan sisanya boleh dari menyewa.

Pihak Lion Air dikabarkan juga telah menyiapkan dua jenis pesawat untuk mengoperasikan Batik Air, yakni Boeing 737-900 ER dan 787 Dreamliner.

Maskapai kedua yang akan ikut meramaikan penerbangan Indonesia adalah Nam Air. Nam Air adalah anak usaha PT Sriwijaya Air yang akan bergerak dalam bisnis penerbangan layanan penuh (full service) berjadwal. Menurut Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie, Nam Air merupakan unit bisnis strategis untuk melayani rute domestik tertentu.

"Kami tengah mengurus Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) untuk Nam Air," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Nam Air ditargetkan mulai beroperasi pada 2013. Maskapai ini mengoperasikan rencananya akan mengoperasikan 20 pesawat buatan Embraer asal Brasil seharga USD 20 juta per unit untuk melayani rute domestik. Namun, Nam Air ternyata masih menghadapi kendala teknis. Menurut Chandra, hambatan terbesar ialah terbatasnya operator pesawat buatan Embraer di Indonesia.

Hingga saat ini belum ada maskapai penerbangan Indonesia yang menggunakan pesawat buatan Brasil itu. "Karena itu, kru kami tengah menjalani pendidikan di Brasil. Untuk tahap awal, jika memungkinkan Nam Air akan melayani penerbangan internasional," katanya.


Baca Selengkapnya ....

Penumpang Merpati bisa check in tanpa harus ke bandara di 9 kota

Posted by Unknown Minggu, 06 Januari 2013 0 komentar
Penumpang Merpati bisa check in tanpa harus ke bandara di 9 kota
merpati . Merdeka.com/Arie Basuki
PT Merpati Nusantara Airlines membuka sembilan 'city check in' barupada sembilan Kantor Perwakilan Merpati di sejumlah kota besar Indonesia. Setelah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, pelayanan city check in akan dilaksanakan di Denpasar, Mataram, Bima,Kupang, dan Makasar.
Vice President Corporate Secretary Merpati, Herry Saptanto, mengatakanpeningkatan pelayanan pada konsumen bertujuan untuk meningkatkan kuantitas calon penumpang dan target pendapatan dapat tercapai.
"Melalui pelayanan 'city check in' para penumpang Merpati semakin puas dan semakin loyal untuk terus menggunakan jasa penerbangan kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (6/1).
city check in adalah layanan check in penerbangan tanpa harus datang ke bandara lebih awal. Penumpang bisa check in di kantor cabang terdekat.
Proses city check in ini dapat dilakukan pada H-1 atau satu hari sebelum keberangkatan. Jam pelayanan dari city check in ini disesuaikan dengan jam kerja town office/kantor penjualan perwakilan.
Selain itu, proses city check in ini hanya dapat dilakukan dari keberangkatan kota setempat sampai kota tujuan akhir untuk penerbangan di hari yang sama.
"Proses city check in ini juga berlaku untuk group booking atau rombongan. Namun setiap calon penumpang wajib menunjukkan identitas resmi sesuai dengan nama yang tertera pada tiket penerbangan atau bisadiwakilkan oleh kepala rombongan," tuturnya.
Jasa pelayanan city check in yang disediakan Merpati, hanya untuk melayani proses check in dan pemberian boarding pass. Penanganan bagasi dan airport tax tetap dilakukan di airport atau bandara.
Namun, lanjutnya, setiap penumpang tetap berkewajiban untuk melapor kembali ke counter city check in airport paling lambat satu jam sebelum jadwal keberangkatan.
"Setiap penumpang yang melakukan city check ini juga tetap berkewajiban untuk melakukan pembayaran airport tax di airport keberangkatan," jelasnya.
Layanan city check in hanya diperuntukkan bagi penerbangan dalam negeri. "Setiap penumpang yang melakukan city check in tidak dikenakan biaya tambahan alias gratis," katanya.
Pelatihan SDM, tambahnya, juga dilakukan untuk mendukung dan menyukseskan program pelayanan city check in. Selain kedisiplinan dan keramah tamahan, setiap Staf Merpati juga dilatih untuk bersikap lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya dan meningkatkan sarana serta teknologi pendukung.
Sumber : merdeka.com

Baca Selengkapnya ....

Tiket

Popular Posts

LAYANAN TIKET PESAWAT MURAH support SENI BERBELANJA DI RUMAH - Original design by Bamz | Copyright of Berbagi Berita Terkini.