Beredar Video Prabowo Tolak "Cipika-cipiki" Jokowi

Posted by Unknown Selasa, 17 Juni 2014 0 komentar


Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman sebelum memulai debat di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).

Rekaman video calon presiden Prabowo Subianto yang seperti tidak meladeni tawaran cium pipi dari calon presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di media sosial. Peristiwa itu terekam kamera televisi Metro TV.

Kejadian yang tidak tersiarkan secara langsung itu terjadi sebelum debat capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014) malam.

Ketika itu, Jokowi yang didampingi calon wakil presiden Jusuf Kalla datang lebih dulu. Sebelum debat berlangsung, mereka lalu diarahkan ke ruangan yang disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam rekaman, Jokowi terlihat menyalami para Komisioner KPU yang sudah berada di ruangan.

Kemudian, Prabowo hadir. Jokowi langsung menyambut begitu Prabowo memasuki ruang tunggu. Sambil tersenyum dan berpandangan, keduanya lalu bersalaman.

Saat itu juga, Jokowi langsung menunduk dan memajukan kepalanya ke arah Prabowo untuk menawarkan "cipika-cipiki". Ketika itu, tangan kiri Jokowi memegang lengan kanan Prabowo. Entah sengaja atau tidak, Prabowo malah berjalan dan menyalami orang-orang di dalam ruangan itu.

Tawaran cium pipi tak disambut, Jokowi hanya menepuk lengan Prabowo. Jokowi tetap tersenyum setelah ditinggal mantan perwira tinggi TNI itu.

Kejadian itu berbeda ketika debat berlangsung, yang disiarkan di televisi. Saat keduanya masuk ruang debat, Jokowi langsung menghampiri Prabowo dan kembali menawarkan cium pipi. Kali ini, keduanya "cipika-cipiki".

Tak hanya itu, keduanya kembali "cipika-cipiki" ketika debat berlangsung. Saat itu, Prabowo mendukung pernyataan Jokowi soal ekonomi kreatif .

Rekaman dengan judul "Inilah Pencitraan Prabowo" itu langsung menuai tanggapan publik di media sosial.

"Prabowo meladeni cium pipi jokowi cuma di ruang terbuka. Giliran di ruang tertutup ga mau. Ketauan kan cuma mentingin image public," tulis pemilik akun @rommyrosario.

"Kocak nonton Prabowo tolak cium pipi Jokowi di ruang blakang sebelum debat capres, tapi di panggung / depan publik, cium pipi sampe 2x," tulis pemilik akun @leocorinetti.

"Ih Prabowo tdk menanggapi Gesture Jokowi yg png cium pipi...Kok dingin gituu, musim hujan tah pak hihiiii," tulis @ChilaCicilia.

"Jokowi tadi niat nya mau cium pipi Prabowo, eh Prabowo nggak mau. Yaudah, nggak apa2. Pak Jokowi cium pipi Bu Iriana aja:))," tulis @WSAyuu.

Link VIDEO : http://youtu.be/k10oaHsX5Wc

Sumber: kompas.com


Baca Selengkapnya ....

Adian Napitupulu: Prabowo Punya Bakat Jadi Pemain Sinetron

Posted by Unknown 0 komentar


YouuTube
Tayangan calon presiden Prabowo Subianto yang seperti menolak tawaran cium pipi dari Joko Widodo.

Calon legislatif PDI Perjuangan terpilih 2014-2019, Adian Napitupulu, menilai calon presiden Prabowo Subianto memiliki bakat untuk menjadi pemain sinetron. Pernyataan itu disampaikan Adian menanggapi beredarnya rekaman video Prabowo yang seperti tidak meladeni tawaran cium pipi dari calon presiden Joko Widodo.

"Prabowo punya bakat jadi pemain sinetron. Begitu ada kamera dia "cipika cipiki" (ke Jokowi). Enggak ada kamera, dia menampik," ujar Adian di Kantor Media Center JKW4P, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/6/2014).

Adian mengatakan, ketika di depan kamera berbagai media, Prabowo menghampiri dan memeluk serta "cipika cipiki" pada Jokowi. Namun, ketika tidak ada kamera dan penonton, kata dia, Prabowo "menampik" cipika cipiki Jokowi.

Menurut Adian, hal itu menunjukan bahwa kelas Prabowo bukanlah kelas negarawan atau kelas pemimpin bangsa, tetapi kelas pemain sinetron yang berbeda sikapnya ketika di depan kamera dan di belakang kamera. Sambil tersenyum, Adian menyarankan agar Prabowo mengikuti seni teater untuk mematangkan kemampuan beraktingnya.

"Dia harusnya ikut seni teater untuk mematangkan kemampuannya," ujarnya.

Adian menambahkan, sikap Prabowo itu menunjukkan bahwa Prabowo tidak menghargai dirinya sendiri. Meskipun Jokowi adalah rivalnya, kata dia, seharusnya Prabowo juga memandang Jokowi sebagai rakyat Indonesia yang bisa saling menghormati.

"Dia tidak menghargai dirinya, tidak menghargai keinginannya untuk memimpin bangsa ini. Walaupun Jokowi rivalnya, tapi harusnya dia memandang sebagai sesama manusia, sesama kandidat yang harus saling menghormati," ujar Adian.

Rekaman video Prabowo yang seperti tidak meladeni tawaran cium pipi Jokowi beredar di media sosial dengan judul "INI LAH PENCITRAAN PRABOWO". Peristiwa itu terekam kamera televisi Metro TV sebelum debat berlangsung di salah satu ruangan di Hotel Gren Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014) malam. 

Kejadian itu berbeda ketika debat berlangsung, yang disiarkan di televisi. Saat keduanya masuk ruang debat, Jokowi langsung menghampiri Prabowo dan kembali menawarkan cium pipi. Kejadian itu juga terjadi ketika debat berlangsung.

Sumber: kompas.com


Baca Selengkapnya ....

Dalam Lima Menit, Seorang Ibu Memikirkan Berbagai Hal Ini

Posted by Unknown 0 komentar


Ilustrasi pola asuh.

Seorang ibu adalah sosok multitasking, bukan hanya bisa mengerjakan berbagai hal sekaligus namun juga memikirkan banyak hal. Ini anggapan yang sudah umum bukan? Untuk membuktikannya, Bunmi, penulis buku humor berjudul The Honest Toddler: A Child's Guide to Parenting, membeberkan isi kepala seorang ibu dalam waktu lima menit saja. Coba saja Anda buktikan sendiri.

Jam berapa ini? Hari apa ini? Tempat tidur ini nyaman sekali. Kenapa saya tidak bisa seharian di tempat tidur. Itu akan menjadi liburan paling sempurna. Tak peduli liburan di Karibia, saya hanya butuh tempat tidur. Tempat tidur dengan sepotong kue keju, hhhmm apa lagi ya, Nachos. Saya enggak bakal bisa kurus. Mungkin saya perlu ikut tantangan di Facebook. Tantangan makan kue keju. Mencoba kue keju terbaru setiap hari.

Apa sih yang mereka ributkan? Di kamar penuh mainan yang saya beli dengan harga mahal ini, kenapa anak-anak masih saja bertengkar? Ngomong-ngomong soal mainan, saya harusnya mencuci mainan binatang mereka. Bagaiamana kalau mainan itu penuh dengan debu dan kuman. Bagaimana kalau debu-debu itu menempel di mainan mereka? Saya harusnya lebih perhatian. Kenapa sih saya enggak bisa menjadi ibu yang normal, penuh tanggung jawab? Saya belum punya meja dengan sensor untuk bayi saya atau tempat es warna-warni.

Apa yang harus saya lakukan hari ini...menjawab telepon, membalas email, membalas SMS dari beberapa hari lalu...mungkin orang lain berpikir saya enggak sopan baru balas. Saya kayaknya harus lebih teratur. Saya perlu mengatur rumah ini lagi. Kamar ini berantakan. Saya lihat di Oprah kalau kamar Anda adalah refleksi pernikahan Anda. Tuhan tolong semoga itu tidak benar. Saya perlu membawa semua ini ke laundry. Petanda buruk kalau tempat pakaian kotor sudah penuh dan butuh tambahan kontainer. Yang pertama harus dilakukan adalah mengeluarkan semua pakaian dari lemari dan laci. Saya enggak suka lihat anak usia empat tahun masih pakai celana untuk anak dua tahun. Tapi kalau dipakai jadi seperti celana capri bukan? Saya benci harus membuang pakaian. Apalagi kalau pakaian itu tidak bisa diwariskan. Mungkin kita perlu tambah anak. Urusannya enggak ada habisnya. Saya mungkin merasa stres dan bisa menggila dan urusan tidak pernah selesai. Apakah saya butuh mobil lebih besar? Saya enggak mau pakai mobil macam minibus.

Harusnya ada buah segar pagi ini. Strawberry. Tapi sayang enggak organik. Lebih baik makan angin daripada makan strawberry non-organik. Mereka adalah pestisida berbentuk strawberry. Hasil pertanian beracun berbentuk strawberry. Saya cuci dulu deh strawberry-nya.

Saya perlu bersihkan lemari es. Juga freezer. Saya enggak akan makan semua makanan itu. Saya sebenarnya benci harus membuang makanan. Nanti malam makan apa ya? Saya sudah masak ayam, tapi tak ada yang suka. Kita harus mengurangi makan daging. Saya membunuh keluarga saya. Pasta? Tapi gluten tak baik bukan? Nasi? Nasi dengan apa? Pesan antar saja deh. Saya sudah masak tiga hari jadi berhak libur dong. Oke, pesan antar.

Harusnya saya seperti saudara ipar saya. Dia sangat rapi. Rumah saya seperti kapal pecah. Hari ini adalah hari mengepel. Semalam sepertinya saya melihat kumpulan debu di ruang keluarga. Tapi saya harus belanja dulu beli penyegar ruangan. Bahan kimianya mungkin enggak aman untuk bayi. Salah saya deh kalau sampai ada apa-apa dengan mereka. Saya dan penyegar ruangan bodoh itu. Apa sih penyegar ruangan itu? Teknisnya penghilang bau bukan? Cuma penyegar ruangan yang membuat saya merasa lengkap.

Saya butuh filter udara. Saya merasa udaranya kurang segar. Mungkin ada yang mencuri udara semalam untuk dibagi ke anak-anaknya. Soal anak, saya harusnya hari ini mendaftarkan anak saya ikutan berkemah. Semoga enggak terlambat. Biaya berkemah makin mahal tahun ini. Enggak heran deh banyak ibu yang bekerja ekstra untuk itu.

Setiap orang butuh buat janji dengan dokter. Coba ada dokter yang terima panggilan ke rumah. Tapi rumah harus bersih dong. Semprotkan saja penyegar ruangan.

Kalau saya enggak kesiangan bangun saya enggak akan terlambat. Aduh, saya harus berhenti beli bensin pula. Kenapa sih harus menunggu detik-detik terakhir seperti ini? Karena kemarin saya buru-buru pulang untuk menyiapkan makan malam.

Mereka mau sarapan. Kenapa bayi saya enggak bersuara ya? Apakah dia baik-baik saja? Semoga baik. Semalam dia bangun enggak ya? Saya kok enggak ingat. Aduh. Coba deh saya cek....oh itu dia, ada suaranya. Dia teriak sekarang. Coba dia tidurnya lebih lama.
 

Baca Selengkapnya ....

Bolak-balik Sebut Kebocoran Anggaran, Prabowo Justru "Tampar" Hatta Rajasa

Posted by Unknown 0 komentar

Pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta mengikuti acara debat di Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014). Debat akan dilakukan sebanyak lima kali selama masa kampanye.

Juru bicara pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Hasto Kristiyanto, menilai, pernyataan yang berulang kali diucapkan calon presiden Prabowo Subianto soal kebocoran anggaran sebesar Rp 1.000 triliun tak tepat. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam debat capres dan cawapres di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Minggu (15/6/2014) malam.

Hasto mengatakan, pernyataan Prabowo itu justru mengkritik wakilnya, Hatta Rajasa, yang terakhir menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

"Pemaparan visi-misi Prabowo yang mengungkapkan kebocoran anggaran Rp 1.000 triliun merupakan kritik telak terhadap Hatta Rajasa. Prabowo lupa bahwa pasangannya adalah sosok menteri koordinator yang seharusnya telah melakukan kerja nyata untuk melakukan "perang" terhadap para mafia ekonomi, seperti Mr X yang menjadi mafia perminyakan," kata Hasto melalui siaran pers, pascadebat, Minggu malam.

Hasto tak yakin kebocoran anggaran mencapai Rp 1.000 triliun. Ia menilai, apa yang disampaikan Prabowo hanya retorika politik yang tidak tepat sasaran dan balik menyerang pasangannya.

"Perdebatan capres pada akhirnya tidak berhenti pada retorika, tetapi pada kredibilitas pemimpin untuk menjalankan visi-misinya," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P itu.

Visi-misi Prabowo dan Hatta, kata Hasto, menjadi bertolak belakang dengan sosok keduanya. Prabowo selalu mendengungkan ekonomi kerakyatan. Sementara itu, Hatta dinilainya cenderung menjalankan ekonomi liberal saat menjabat menteri dalam kabinet Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pekerjaan rumah terbesar Prabowo adalah bagaimana menyatukan gagasan ekonomi kerakyatan dan ekonomi liberal yang menjadi ciri Hatta. Kritik yang disampaikan Prabowo sekaligus 'tamparan' keras bagi SBY yang menurut Prabowo gagal mengatasi kebocoran penerimaan anggaran," kata  Hasto.

Sumber: kompas.com

Baca Selengkapnya ....

Wisudawati dengan IPK 3,96 Itu Diantar Ayahnya dengan Becak

Posted by Unknown Rabu, 11 Juni 2014 0 komentar


Raeni menuju Auditorium Unnes untuk mengikuti wisuda diantar oleh Mugiyono, ayahnya.

Di acara wisuda Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (10/6/2014), perhatian para keluarga wisudawan dan handai taulan yang hadir mengarah pada sosok Raeni, wisudawati dari Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi (FE).

Raeni yang datang dengan mengenakan kebaya dan kain lengkap dengan toga wisudanya tiba di lokasi wisuda dengan menggunakan becak.

Seperti ditulis dalam situs resmi Unnes, Raeni diantar oleh ayahnya, Mugiyono, yang memang sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak.

Meski hidup dalam keluarga dengan ekonomi pas-pasan, Raeni justru membuktikan keunggulan dan prestasinya untuk meniti masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarganya.

Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. Prestasi itu dipertahankan hingga akhirnya dia lulus dan ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96.

"Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi," kata gadis yang bercita-cita menjadi guru tersebut.

Keberhasilan Raeni tentu saja tak lepas dari peran dan dukungan Mugiyono, ayahnya. Dia mengaku terus mendukung putri bungsunya itu untuk berkuliah agar bisa menjadi guru sesuai dengan cita-citanya.

"Sebagai orang tua hanya bisa mendukung. Saya rela mengajukan pensiun dini dari perusahaan kayu lapis agar mendapatkan pesangon," kata pria yang mulai menggenjot becak sejak 2010 itu setelah berhenti bekerja.

Setiap hari, Mugiyono kerap mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal. Dalam sehari, dia bisa mengumpulkan uang antara Rp 10.000 – Rp 50.000.

Namun, penghasilannya kerap tak menentu. Oleh karena itu, dia juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp 450.000 per bulan.

Sementara itu, Rektor Unnes, Fathur Rokhman, mengatakan, sosok Raeni membuktikan bahwa tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.

"Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni tetap bersemangat dan mampu menunjukkan prestasinya. Sampai saat ini Unnes menyediakan 26 persen dari jumlah kursi yang dimilikinya untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni," katanya.

Dia bahkan yakin akan makin banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu yang bisa menjadi kaum terpelajar dan sukses, bahkan mungkin menjadi pemimpin negara. Untuk mewujudkannya, Unnes sendiri menyalurkan sekitar 1.850 beasiswa Bidikmisi setiap tahun.

Sumber: kompas.com

Baca Selengkapnya ....

Apa Saja Khasiat Susu Unta?

Posted by Unknown Selasa, 10 Juni 2014 0 komentar

Ilustrasi minum susu

Jemaah Indonesia yang pergi umroh atau naik haji ke tanah suci tentu sudah tidak asing dengan susu unta. Tak sedikit yang tertarik untuk mengonsumsi susu hewan padang pasir ini karena susu ini diklaim memiliki banyak khasiat.

Susu unta antara lain diketahui memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan susu sapi. Selain itu, kandungan protein, vitamin C dan zat besinya juga lebih tinggi. Selain itu susu unta dinilai lebih lezat.

Kepopuleran susu unta ternyata tidak hanya di negara Timur Tengah. Di Amerika Serikat, kini juga sedang dikembangkan beberapa peternakan unta untuk diambil susunya. Populasi unta di negeri tersebut bahkan sudah mencapai 5.000 ekor.

Khasiat lain susu unta adalah diklaim membantu perkembangan anak dengan autisme. Namun, studi ilmiah belum membuktikannya.

"Memang belum ada studi ilmiah, sehingga kami juga tidak berani mengklaim. Tetapi saya hanya mendengarnya dari orang-orang yang sudah mencobanya. Susu unta disebutkan memiliki manfaat antiperadangan yang baik untuk otak," kata Walid Abdul-Wahab, perwakilan pemilik peternakan unta di California.

Frank King, pemilik 23 ekor unta di Aheville, AS, mengatakan susu unta Arab (dromedaries) lebih terasa lezat karena memiliki rasa asin dan berkrim. Sementara susu unta dari Mongolia umumnya lebih hambar.

Sumber : foxnews

Baca Selengkapnya ....

"Waduh...., Hatta Tidak Malu Berbicara tentang Kesetaraan Hukum?"

Posted by Unknown 0 komentar

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari kubu koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa memaparkan visi misi saat Debat Capres - Cawapres bertema Pembangunan Ekonomi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum di Balai Serbini, Jakarta, Senin (9/6/2014) malam. Pemilu Presiden 2014 akan berlangsung 9 Juli 2014 mendatang.

Pernyataan calon wakil presiden Hatta Rajasa terkait kesetaraan hukum mendapat kritik dalam debat calon presiden dan calon wakil presiden. Pernyataan Hatta itu dianggap tidak sejalan dengan kasus kecelakaan yang dialami putra Hatta, Muhammad Rasyid Amrullah.

"Masa, seorang Hatta Rajasa tidak malu berbicara tentang kesetaraan hukum? Apa dikiranya rakyat sudah lupa tabrakan maut anaknya, tragedi BMW-Luxio, yang telah merenggut sekian banyak nyawa di Tol Jagorawi," kata Amal Al Ghazali, koordinator nasional Relawan Demi Indonesia, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/6/2014).

Amal menyinggung tidak adanya penahanan terhadap Rasyid. "Walaupun sudah dinyatakan bersalah menghilangkan sekian banyak nyawa, tidak sedetik pun anak Hatta tersebut merasakan dinginnya lantai tahanan, apalagi penjara," katanya.

Ia lalu menyinggung sikap majelis hakim yang memasukkan pertimbangan hukum mengenai restorative justice. Menurut Amal, jika mengganti biaya pemakaman, pengobatan, dan memberi santunan dianggap sebagai restorative justice, maka hal itu salah.

"Pemberian santunan, bantuan, dan ganti rugi yang dilakukan keluarga Hatta Rajasa bukanlah merupakan suatu inisiatif mulia, melainkan sekadar konsekuensi hukum sebagai pihak yang menyebabkan kecelakaan," kata dia.

"Rakyat Indonesia bisa melihat dengan jelas ada ketidakadilan dalam perkara tabrakan maut anak Hatta Rajasa itu. Lah kok sekarang bapaknya berani bicara mengenai kesetaraan hukum. Apa disangkanya rakyat Indonesia bodoh dan pelupa?" pungkas Amal.

Sebelumnya, Hatta menyatakan pentingnya perlakuan hukum bagi semua warga negara. Hatta mengaku tidak setuju dengan adanya perlakuan khusus ataupun diskriminasi dalam penegakan hukum. (baca: Hatta: Dalam Berlakukan Hukum, Jangan Tumpul ke Atas Tajam ke Bawah)

Adapun Rasyid divonis lima bulan hukuman penjara serta denda sebesar Rp 12 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun, hakim memutuskan bahwa Rasyid tak ditahan atas kecelakaan yang menewaskan dua orang itu.

Sumber: kompas.com


Baca Selengkapnya ....

Wanita Gemuk Pun Bisa Tampil Gaya

Posted by Unknown Senin, 02 Juni 2014 0 komentar

Wanita Gemuk Pun Bisa Tampil Gaya

Desain busana pemilik tubuh besar.

Ada pemandangan menarik yang terjadi di panggung atrium Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu, 31 Mei 2014. Dalam peragaan busana X to X Plus Size, sekitar dua belas wanita bertubuh besar tampil percaya diri berjalan lenggak-lenggok bak model profesional.


Menurut Yuky Stephanie, para wanita istimewa ini memperagakan label miliknya, X to X Plus Size yang ikut ambil bagian di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di Kelapa Gading.

Dan dengan berani, Yuky, 25 tahun yang pernah menjadi asisten eksekutif perancang ternama Musa Widyatmodjo ini menuturkan definisi tentang kecantikan.

"Cantik adalah mereka para wanita yang bergaya dengan penuh percaya diri tak memikirkan kondisi atau bentuk tubuh. Biarpun wanita bertubuh besar, tampil gaya, penuh percaya diri dan cantik adalah sebuah kemutlakan yang tak bisa dihindari," kata Yuky spontan pada Sabtu, 31 Mei di acara peragaan X to X Plus Size di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di atrium Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kemudian wanita bertubuh mungil ini menatakan, "Saya terinspirasi sahabat saya pada masa kuliah dulu dia bertubuh besar tetapi untuk penampilan jangan ditanya. Dia punya percaya diri tampil modis dan terlihat cantik. Dia bilang big is beautiful," kata Yuky, 25 tahun perancang label X to X Plus Size, label busana khusus bagi mereka yang bertubuh besar.

Label ini didirikan Yuky sejak Juni 2010 dan hingga kini tersebar di beberapa mal di Jakarta dan memiliki tiga gerai besar di Mal Kelapa Gading, Artha Gading dan Pondok Indah Mal. Pemakai label baju Yuky adalah para wanita bertubuh besar dengan bobot mulai 85 kilogram ke atas.

Label ini tiada henti melakukan inovasi sehingga semakin mendapat tempat di hati para plus size fashionista, sebutan pemakai X to X plus Size. "Banyak wanita bertubuh besar atau gemuk mengalami kesulitan dalam mencari padanan gaya. Dan saya membuat butik dan label ini demi membangkitkan rasa percaya diri para wanita bertubuh besar untuk tampil modis," kata Yuky alumni Raffles Design Institute di Singapura.

Motivasinya mengambil market plus size diakui Yuky untuk mengubah paradigma masyarakat, bahwa bertubuh gemuk, besar bisa tampil menarik dan mereka tetap bisa layak tampil eksis di dunia mode. "Sesuai mottonya slim is not the only pretty, label ini menyemangati para wanita bertubuh besar untuk meningkatkan rasa percaya diri tampil cantik, menarik dan berprestasi," kata dia.

Dan Sabtu malam itu, peragaan busana X to X Plus Size menampilkan 50 set busana yang mengusung kesan vibrant, moderen, penuh warna seiring dengan gaya label ini yang playful namun tetap elegan.

Menurut Yuky hingga kini para pemakai labelnya tersebar mulai artis, model dan selebriti seperti Marcella Lumowa, co host Bukan Empat Mata. Kemudian penyanyi X Factor Shena Malsiana, lalu presenter Tike Priatnakusuma, artis Ira Maya Sopha, pelawak Nunung Srimulat, penyanyi Music Overload, pembawa acara Maya Wulan, bintang Ike Kanjeng Mami, DJ Ocha Yakuza dan artis Pretty Amara.

Dalam peragaan kali ini berupa padu pada aneka gaun mini, terusan atau blus, celana pendek, celana panjang dan koleksi lainnya yang menggunakan padu padan dari bahan bodycon, jersey, denim, chambray-twill dan katun polistier. Dengan aneka warna segar seperti hijau, ungu, merah, biru, jingga, hot pink, krem dan navy blue denfan sentuhan temaram. Untuk aplikasinya tampak penyematan payet, bordir yang hadir dengan cutting cut out, potingan off shoulder, bawahan asimetris hingga aplikasi material brokart hitam.

"Aku bersykur tahun ini label idolaku berhasil menyatukan misi untuk membuat makhluk seksi plus size melek mata dan mereka berani tampil percaya diri berlenggak-lenggok di atas cat walk berjalan bak model profesional. Cantik milik semua orang termasuk kami yang bertubuh subur, eh seksi, hi hi hi," kata Ike Kanjeng Mami yang malam itu menjadi pembawa acara peragaan ini.

Sementara Disk Jockey, Ocha Yakuza mengatakan, "Profesiku sebagai DJ menuntut untuk tampil cantik dan modis. Selama ini akau terbantu dengan adanya outfit keren berukuran besar dari label ini," kata Ocha.

Shena Malsiana mengatakan, "Sejak menjadi pelanggan label ini aku tak sabar menyaksikan fashion shownya di mana ada keseruan para model, penonton hingga pengisi acaranya semua wanita berukuran ekstra seperti aku. Now, I don't feel alone anymore," kata Shena yang pernah merasa sedih bila harus mencari busana untuk tampil gaya karena kesulitan mencari ukurannya. "Setelah ada label ini, aku percaya semua wanita gemuk punya pilihan atau ibaratnya ada "suara" mereka," kata dia.

Adapun Pretty Asmara yang hadir di peragaan ini tampil menarik perhatian mengenakan tank top warna hitam dan rok lebar warna senada. "Buat aku, cantik ya berani ekpresikan diri dan percaya diri dengan gayaku," kata Pretty yang malam itu memakai mahkota bunga di kepalanya.

Untuk harga koleksi X to X Plus Size ini dibandrol mulai Rp 100 hingga 650 ribu dengan ukuran mulai extra large (XL) hingga 8L alias delapan large.

Sumber

Baca Selengkapnya ....

Waspadai Batuk Pagi

Posted by Unknown 0 komentar

Waspadai Batuk Pagi

Sering batuk pada pagi hari dan mengeluarkan dahak banyak? Hati-hati, bisa-bisa Anda menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Seperti yang dialami Nezam, 71 tahun, ketika merasakan sesak napas yang makin hebat, apalagi saat beraktivitas, misalnya jalan kaki. "Sungguh berat napasku," ujar pria kurus itu. Batuk setiap pagi hingga mengeluarkan dahak banyak sudah menjadi ritual rutinitasnya.

Nezam pun memeriksakan diri ke rumah sakit, dan hasil rekaman Rontgen menunjukkan paru-parunya bolong-bolong. Dokter bilang penyakit PPOK tadi. "Katanya enggak bisa sembuh kecuali berhenti merokok. Saya ini sudah isap rokok 50 tahun, terpaksa berhenti," ujar Nezam saat memberikan testimoni pada acara diskusi "Tingginya Angka Kematian Penyakit Tidak Menular di Indonesia" di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Profesor Faisal Yunus, menguatkan, batuk berdahak di pagi itu adalah salah satu gejala penyakit paru obstruktif kronik. "Jadi waspada saja, apalagi kalau memang perokok aktif dan lama," katanya.

Penyakit ini ditandai oleh hambatan aliran udara yang tidak lancar dalam saluran pernapasan dan reaktif pada paru saat menerima partikel atau gas beracun dan berbahaya. Hambatan aliran udara ini disebabkan oleh gabungan antara sumbatan saluran napas kecil (obstruksi bronkiolitis) dan kerusakan sel pada organ paru atau parenkim (emphisema). Tapi hal ini tentu berbeda pada setiap orang.

Ahli paru lain, Budhi Antariksa, menyebut penderita PPOK mengalami bronkitis kronik atau kombinasi emphisema karena kebiasaan merokok. Pada penderita PPOK sering batuk dan mengeluarkan dahak karena sel dahak (goblet) berusaha mengeluarkan cairannya (dahak) untuk melindungi agar dinding saluran pernapasan tidak rusak oleh asap rokok. Dahak yang keluar biasanya akan menumpuk di saluran napas. Sedangkan bulu-bulu di saluran napas untuk mengangkut zat asing atau kotoran makin jelek kondisinya serta makin jarang dan kecil.

Karena penderita PPOK atau bekas penderita ini merokok dalam jangka waktu yang lama dan banyak, sel dahak pun akan bekerja keras mengeluarkan cairannya. "Dia jadi hiperaktif, biarpun sudah berhenti merokok, sel dahak terus bekerja," ujar dokter Budhi.

Tak mengherankan jika penderita PPOK akan terus batuk dan mengeluarkan dahak pada pagi hari. "Karena malam kan tidur, tapi sel terus mengeluarkan dahak dan menumpuk di pagi hari," ucap dia. Batuk dan dahak pada perokok dan penderita PPOK, menurut dokter Budhi, lebih banyak. Biasanya batuk akan muncul tak jauh ketika dia memulai aktivitas. "Paling gampang lihat saat mandi," ujarnya.

Selain batuk berdahak, tanda lain yang muncul adalah sesak napas. Tetapi masyarakat, menurut dokter Faisal, sering keliru mempersepsikan sesak napas ini. Mereka mengira sesak napas yang diderita adalah serangan asma dan mengobatinya dengan obat asma. Tetapi serangan asma dan PPOK sangatlah berbeda.

Asma biasanya muncul pada usia muda, sering muncul karena faktor genetik. Sesak napas pada asma biasanya muncul jika ada faktor pencetus yang jelas seperti makanan, debu, asap rokok, udara dingin, bulu binatang dan sebagainya. Sesak napas juga akan memburuk pada malam hari. Sedangkan pada penderita PPOK, sesak napas akan terjadi hampir sepanjang hari. Sesak napas akan semakin menjadi-jadi ketika ada aktivitas berjalan atau naik tangga. "Dia akan berjalan lebih lambat dan lebih cepat capek," ujar dokter Faisal.

Jika penderita minum obat asma, responsnya malah buruk. Ini menjadi faktor yang lebih memperkuat tanda-tanda penyakit tersebut. Saat diperiksa dengan Rontgen, akan tampak paru-paru penderita ini cukup besar. "Besar memang, tetapi lembek seperti balon. Paru-parunya sudah tidak elastis juga," Faisal menambahkan.

Begitu batuk dan sesak napas ini muncul, barulah biasanya para penderita datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. PPOK merupakan penyakit tidak menular, bisa dicegah dan diobati. Sering kali muncul pada usia pertengahan akibat merokok dalam waktu yang lama. Prevalensinya makin meningkat seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup serta tingginya dampak dan faktor risiko, juga makin banyaknya jumlah perokok dan pencemaran udara.

Semakin hari, penderita penyakit ini semakin banyak dan menjadi salah satu penyebab utama kematian. Pada 1990, berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini masih berada di urutan keenam, diperkirakan pada 2020 berada di urutan ketiga. Data The Asia Pacific COPD Roundtable Group pada 2006 menunjukkan jumlah penderita PPOK mencapai 56,6 juta dengan prevalensi 6 persen.

Adapun Indonesia, dengan 4,8 persen penderita, berada di urutan ketiga penderita PPOK terbesar di dunia setelah Cina (38 juta) dan Jepang (5 juta). Jumlahnya diperkirakan meningkat akibat banyaknya jumlah perokok. Sebab, 90 persen penderita PPOK adalah perokok atau mantan perokok. PPOK adalah salah satu penyakit yang makin meningkat dari tahun ke tahun, serta tengah bersaing dengan hipertensi, jantung, stroke, diabetes melitus, asma, penyakit sendi, dan kanker.

Sumber

Baca Selengkapnya ....

Panduan Mengukur Lingkar Dada Sebelum Beli Bra

Posted by Unknown Sabtu, 31 Mei 2014 1 komentar


SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

Untuk sejumlah perempuan, membeli bra kelihatannya sepele, karena toh sudah melakukannya sejak beranjak remaja. Namun, penelitian dari merek bra Triumph membuktikan, lebih dari 50 persen perempuan di dunia ternyata telah menggunakan bra dengan ukuran yang salah sepanjang hidupnya.

Berikut uraian yang perlu Anda ketahui saat membeli bra:

Kenali jenis bra
Ketika hendak membeli bra, perhatikan dulu apakah itu bra berkawat atau tidak karena, menurut penelitian, bra berkawat bisa jadi berbahaya jika kualitasnya belum teruji. Kawat yang baik umumnya tidak berkarat, tahan air, dan melalui proses pengukuran dan tes elastisitas terlebih dahulu. Jadi, jika ingin membeli bra berkawat, pilih merek yang sudah terkenal dan memang teruji kualitasnya.

Cara mengukur bra yang tepat
Terlepas dari bra tersebut memakai busa atau tidak, sebenarnya ukuran pastinya adalah dengan mengetahui ukuran lingkar dada. Caranya, ambil meteran baju, kemudian ukur lingkar dada (di bawah batas payudara). Sebab, ukuran bra yang tidak tepat akan berefek pada bentuk payudara yang turun dan terlihat tidak kencang.

Jika ukuran menunjukkan sekitar 80-85 sentimeter, maka bra yang pas adalah ukuran 32. Jika ukuran menunjukkan sekitar 85-90 sentimeter, maka bra yang pas adalah ukuran 34. Jika ukuran menunjukkan sekitar 91-95 sentimeter, maka bra yang pas adalah ukuran 36. Selanjutnya, jika lingkar dada Anda sekitar 96-100 sentimeter, maka bra yang pas adalah ukuran 38.

Pilih ukuran "cup" bra
Disarankan mencoba ukuran cup bra langsung di payudara Anda. Panduan memilih cup yang tepat adalah yang membantu mengangkat dan menyokong payudara dengan baik dan nyaman. Soal model, juga ada berbagai macam. Ada yang half size, atau full size , dan bisa Anda pilih berdasarkan kebutuhan dan kenyamanan saja. Ada berbagai ukuran cup bra yang tersedia di toko pada umumnya. Ada cup AA, A, B, C, D, DD, DDD, F, dan G.

Lupakan produk tiruan
Banyak produk bra tiruan yang beredar di pasaran. Memang harga yang mahal tidak selalu menjamin kualitasnya. Namun, bahan bra yang berkualitas pasti adem, menyerap keringat, dan tidak sakit saat dipakai atau menimbulkan iritasi pada kulit.


Baca Selengkapnya ....

Tiket

Popular Posts

LAYANAN TIKET PESAWAT MURAH support SENI BERBELANJA DI RUMAH - Original design by Bamz | Copyright of Berbagi Berita Terkini.