Jokowi : Jakarta Harus Munculkan Karakternya

Posted by Unknown Senin, 04 Februari 2013 0 komentar
Jokowi : Jakarta Harus Munculkan Karakternya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat membagikan tas sekolah untuk anak-anak di kampung nelayan, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyampaikan keinginannya agar karakter wajah Ibu Kota bisa lebih ditonjolkan. Ibarat sebuah produk, Jokowi menilai karakter menjadi penting sebagai ciri kekhasan, dan pembeda dari kota lainnya.

Saat memberi pengarahan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2013-2017 RPJMD DKI, di Balaikota Jakarta, Jokowi meminta semua bawahannya, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Tata Ruang DKI, untuk menentukan posisi kota Jakarta. Dalam artian, semua diminta menentukan brand yang akan dibangun dan ditonjolkan di Ibu Kota.

"Kota sebagai produk harus kita tentukan potitioning-nya mau di mana? Brand yang mau kita bangun itu seperti apa? Cara promosi seperti apa? Seperti kita mau ke Paris, kita bayangin mode-nya. Nah, Jakarta ini ingin seperti apa?" kata Jokowi, Selasa (5/2/2013).

Untuk itu, Jokowi meminta semua bawahannya, untuk membuat rencana pembangunan yang jelas dan matang. Baik dari sisi konsep, infrastruktur, atau penataan kotanya. Mantan Wali Kota Surakarta ini tak ingin tagline Enjoy Jakarta justru berbanding terbalik dengan kondisi Ibu Kota yang sebenarnya. "Sehingga jelas, Jakarta jelas apa bedanya dengan Surabaya, Singapura, Paris, dan lainnya," ujar Jokowi.

Musrenbang merupakan agenda wajib lima tahunan. Digelar untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta parsitipatif dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. Dalam Musrenbang, kegiatan akan diisi dengan membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hadir dalam kesempatan ini para anggota DPD wilayah pemilihan Provinsi DKI Jakarta, Ketua, Para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, serta para direktur jenderal pada Kementerian Pusat atau yang mewakili.

Selain itu, hadir juga para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi DKI, Sekretaris Daerah Provinsi DKI, para pejabat Pemerintah Provinsi DKI dari 5 wilayah Kota dan Kabupaten Administrasi. Kepala Bappeda Provinsi Banten, Jawa Barat dan Pemerintah Bodetabek atau yang mewakili.

Sumber : kompas.com


Baca Selengkapnya ....

Jokowi: Yang Utama, "Trust" dari Masyarakat

Posted by Unknown 0 komentar
Jokowi: Yang Utama, "Trust" dari Masyarakat
Di manapun berada, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo selalu mendapat sambutan ramah dari warganya. Banyak yang ingin bersalaman, bahkan foto bersama.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mengingatkan semua bawahannya untuk tidak bekerja dengan gaya eksklusif. Hal itu dia tegaskan demi lahirnya rasa percaya dari masyarakat saat pemerintah mengeksekusi program-programnya.

"Saya sering katakan, jangan eksklusif karena sekarang ini dengan ruang demokrasi semuanya betul-betul tak ada sekat, jangan eksklusif dan bergeraklah horizontal, bergeraklah ke kampung-kampung, ke akar rumput," kata Jokowi saat memberi pengarahan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2013-2017, di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Mantan Wali Kota Surakarta itu menjelaskan, dengan komunikasi yang baik dan langsung ke akar permasalahan, rasa percaya masyarakat pada Pemerintah Provinsi DKI akan semakin mmeningkat. Hal ini menjadi modal positif untuk mempermudah pelaksanaan program yang telah direncanakan. Jokowi sangat yakin, upaya pembangunan Ibu Kota menjadi percuma bila warga yang ada di dalamnya tak memiliki rasa percaya. Untuk itu, dia mengajak seluruh bawahannya untuk terjun ke permasalahan, mendengar dan mencatat keluhan warga, lalu merumuskan masalah dan merancang solusi pemecahannya.

"Bagaimana mau percaya kalau ketemu saja enggak pernah? Bagaimana mau mendesain kalau enggak pernah turun ke lapangan? Menurut saya, yang harus kita bangun pertama kali adalah trust dari masyarakat, kalau sudah bisa, baru kita melangkah lagi," ujarnya.

Musrenbang akan membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hadir dalam kesempatan ini para anggota DPD wilayah pemilihan Provinsi DKI Jakarta, ketua, para wakil ketua, dan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, serta para direktur jenderal pada kementerian pusat atau yang mewakili. Selain itu, hadir juga para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, para pejabat pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari 5 wilayah kota dan kabupaten administrasi, Kepala Bappeda Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Pemerintah Bodetabek atau yang mewakili.

Musrenbang merupakan agenda wajib lima tahunan, digelar untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta parsitipasi dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.

Sumber : kompas.com



Baca Selengkapnya ....

"Bekasi Banjir" , Seandainya Walikota Bekasi Meniru Jokowi

Posted by Unknown 0 komentar

Air bah tiba-tiba melanda sebagian wilayah kota Bekasi tadi malam, di saat cuaca cerah. Tak tanggung-tanggung, 'tamu tak diundang' ini masuk ke dalam rumah warga, hanya dalam hitungan beberapa menit saja. Ratusan rumah tenggelam, karena permukaan air sudah menyentuh atap rumah. Sebagian aliran listrik PLN padam. Warga semakin kalang-kabut, lantaran berebutan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Itu adalah sebuah gambaran yang terjadi di Perumahan Villa Jatirasa dan Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi. Saya berusaha menulis untuk tidak mendramatisir suasana, meski fakta yang ada benar-benar dramatis. Banyak wanita dan anak-anak yang hanya bisa selamat dengan pakaian yang ada di badan. Banyak juga warga yang tak sempat menyelamatkan kendaraannya, akibat lebih mementingkan nyawa dan surat-surat berharga. Nyawa sangat utama di kala banjir. Tak peduli nyawa tetangga yang terjebak dan hanya bisa bertahan di atap rumah di gelapnya malam.

Sebenarnya, banjir di kota Bekasi memiliki karakter yang beda dengan banjir di Jakarta atau daerah lainnya. Jika banjir di kawasan Bukit Duri dan Kampung Melayu bisa diprediksi dengan kondisi ketinggian air di Bendung Katulampa Bogor, namun banjir di Bekasi sulit diprediksi. Tak ada early warning system bencana banjir di Bekasi. Curah hujan di kawasan hulu Bogor dan sekitarnya, bukanlah satu-satunya faktor ancaman utama banjir di Bekasi.

Menurut Taruna Siaga Bencana kota Bekasi, secara geografis terdapat sejumlah perumahan dan pemukiman warga yang rawan terkena banjir, yakni Villa Jatirasa, Pondokgede Permai, Pondok Mitra Lestari, Kemang Ivy, Komplek Depnaker, Deltamas, Perumahan Pekayon, Century, Pangkalan Bambu/Lottemart, RW 04 Sepanjang Jaya dan RW 26 Margahayu. Kesemua kawasan tersebut berada di daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi, Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas.

Perumahan Bumi Nasio, Graha Indah dan Dosen IKIP yang pada 17 Januari 2013 turut tergenang, kali ini aman dari banjir. Padahal, ketiga perumahan ini berada di hilir Sungai Cikeas dan Kali Cakung.

Banjir di 10 perumahan dan pemukiman di kota Bekasi, kali ini dipicu oleh jebolnya tanggul sungai Pondok Gede Permai. Sebelumnya, tanggul ini pernah jebol pada banjir 17 Januari lalu, dan sudah diperbaiki secara semi permanen. Sayangnya, perbaikan tanggul dengan sistem bronjong (batu-batu yang disatukan dengan kawat), tak kuat menahan derasnya aliran air sungai. Apalagi ke-10 perumahan dan pemukiman tersebut, berada di daerah yang cukup rendah dari daerah sekitarnya. Konon, kawasan Jatiasih ini dahulu kala merupakan area persawahan, yang akhirnya disulap oleh pengembang menjadi pemukiman penduduk.

Pembuatan tanggul permanen dilakukan di era tahun 1980-an, ketika banyak pendatang membeli rumah. Kasawan ini semakin padat penduduknya. Tapi penataan kota dilakukan seadanya, tanpa memperhitungkan ruang hijau, sumur resapan, curah hujan tinggi dan ancaman 'banjir kiriman' dari daerah hulu.

Ada yang bembedakan penanganan banjir di Jakarta dengan kota Bekasi. Banjir besar di Jakarta pada 17 Januari lalu dipicu oleh jebolnya tanggul Kanal Banjir di jalan Latuharharry Menteng. Sejak hari itu hingga beberapa hari berikutnya, Gubernur Jokowi memantau langsung perbaikan tanggul. Jokowi menjadi mandor setiap hari, bahkan menyempatkan diri memantau perbaikan tanggul sebelum 'blusukan'. Jokowi juga berani memerintahkan penertiban papan reklame yang berada di dekat tanggul. Meski resikonya, pemasukan kas Pemda akan berkurang dari pencabutan papan reklame itu.

Jebolnya tanggul di kota Bekasi, bukan akibat papan reklame. Rencana awalnya 30 tahun lalu, tanggul ini 'hanya' untuk melindungi perumahan dan pemukiman dari rembesan sungai. Sepanjang 20 hingga 30 tahun terakhir ini, keberadaan tanggul-tanggul tersebut kurang mendapat perhatian. Pemda kota Bekasi hanya sebatas memperbaiki tanggul yang rusak dan tidak mengganti tanggul yang mampu menahan derasnya ailran sungai. Belum lagi, persoalan Pemda yang 'malas' melakukan normalisasi sungai.

Umur kepemimpinan Walikota Bekasi Rahmat Efendi (Pepen) baru seumur jagung setelah terpilih di Pilkada kota Bekasi, Desember 2012. Tapi, Pepen adalah inkumben, alias orang lama, karena sebelumnya menjabat wakil walikota Bekasi. Sudah seyogianya, Pepen lebih mengerti persoalan tata ruang Bekasi, jika dibandingkan Jokowi yang juga baru 100 hari lebih memimpin Jakarta.

Menurut saya, tidaklah salah Pak Walikota meniru Jokowi. Sebagai birokrat lama, Pepen seharusnya tak usah malu-malu belajar dari Jokowi, yang sigap mengatasi banjir ibukota. Malah, kalau perlu, Pepen menjadi kapala daerah pinggiran Jakarta pertama, yang menjalin kerjasama dengan Jokowi dalam rangka upaya mengatasi banjir. Kerja sama yang harus lebih konkrit daripada sebatas undangan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ke Jokowi, beberapa waktu lalu. Saya percaya, jika hal ini dilakukan Pepen, maka Jakarta dan Kota Bekasi akan secepatnya memiliki strategi besar mengatasi banjir. Dengan kerjasama ini, saya berharap, kapala daerah di Bogor dan Tangerang juga turut bergabung, untuk sama-sama mengatasi banjir. Kalau tak dimulai dari sekarang, terus mau sampai kapan?

Penulis : Jhonny Sitorus

Sumber


Baca Selengkapnya ....

Warga Bantaran Kali Bekasi Tak Menduga Banjir Susulan

Posted by Unknown 0 komentar
Warga Bantaran Kali Bekasi Tak Menduga Banjir Susulan Relawan mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir yang menggenangi perumahan Pondok Gede Permai, Jati Asih Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/2/2013). Ketinggian banjir di perumahan ini mencapai lebih dari 2 meter akibat meluapnya sungai Cikeas

Warga di sepanjang bantaran Kali Bekasi, Jawa Barat, tidak menduga adanya banjir susulan dari luapan sungai, Senin (4/2/2013) malam.

"Saya dapat pesan dari BlackBerry Messenger bahwa air akan kembali meluap. Semula berpikir itu hanya hoax, tapi ternyata betul adanya," ujar Tien Rustini (46), warga Pondok Mitra Lestari, Kecamatan Jatiasih, Selasa (5/2/2013) dini hari.

Hal serupa juga diungkapkan Rusjaman (44), warga Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih. Rusjaman menuturkan, Kompleks PGP baru saja dilanda banjir pada 18 Januari lalu. Kini, kawasan tersebut kembali dilanda banjir.

Dari pantauan Antara di lokasi tersebut, air mulai menyergap ribuan rumah warga di sepanjang bantaran Kali Bekasi mulai pukul 23.00 WIB. Ketinggian air di lokasi terparah PGP mencapai 3 meter akibat tanggul di lokasi setempat jebol pada 18 Januari 2013 dan hingga kini belum diperbaiki secara permanen.

Menurut Rusjaman, mayoritas warga di kawasan setempat menduga banjir seperti itu hanya terjadi lima tahun sekali. "Ternyata baru dua pekan banjir yang sama kembali lagi terjadi," katanya.

Meluapnya air Kali Bekasi pada malam hari ini membuat warga setempat kalang kabut karena hujan deras sudah lama reda pada sore hari. Kepanikan warga tampak dari hilir mudik kendaraan roda dua maupun roda empat yang diungsikan pemiliknya ke tempat yang lebih tinggi, yakni ke Perumahan Grand Galaxy di seberang perumahan tersebut. Warga yang tinggal di perumahan sepanjang aliran Kali Bekasi pun mulai mengamankan barang-barang berharganya dan mengungsi ke tempat aman.

Warga kampung yang rumahnya lebih dekat dengan Kali Bekasi mayoritas telah mengungsi karena ketinggian air sudah cukup tinggi menggenangi perumahan mereka.

Sumber : Antara

Baca Selengkapnya ....

Banjir di Bekasi Capai Kedalaman 3 Meter

Posted by Unknown 0 komentar
Banjir di Bekasi Capai Kedalaman 3 Meter
Luapan Kali Bekasi merendam ratusan rumah di Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/2/2013). Sedikitnya 11 perumahan warga di bantaran Kali Bekasi terendam dengan ketinggian air bervariasi dari 1,5 meter hingga 4 meter.

Banjir setinggi 1,5 hingga 3 meter menggenangi sejumlah wilayah permukiman warga di Bekasi akibat luapan Sungai Bekasi dan Cikeas pada Senin (4/2/2013) malam. Banjir kali ini merupakan banjir terparah kedua tahun ini setelah banjir serupa melanda Bekasi pada pertengahan Januari lalu.


"Ketinggian yang paling tinggi tiga meter di sekitar Pondok Gede Permai," kata Ketua Forum Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bekasi Engkus Kustara, saat dihubungi, Selasa dini hari.

Menurut Engkus, sejumlah daerah yang terendam air dengan ketinggian 1,5 hingga 3 meter tersebut meliputi Villa Jati Rasa, Pondok Gede Permai, Kemang Ifi Graha, dan Pondok Metro Sari di Kelurahan Jati Rasa, Kecamatan Jati Asih, Bekasi. Banjir juga melanda Perumahan Jaka Kencana, Perumahan Departemen Tenaga Kerja, Pondok Pekayon, dan Pangkalan Bambu di Kelurahan Jaka Setia, Kelurahan Pekayon Jaya, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Engkus menyebutkan, banjir juga menggenangi RW 04 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, serta RW 26, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Menurut Engkus, banjir ini diperkirakan juga disebabkan belum selesainya pemugaran bendungan yang bocor di sekitar Sungai Bekasi dan Cikeas.

"Pemugaran belum selesai, masih sementara menggunakan brojong, itu yang menjadikan air mudah masuk ke beberapa perumahan ini," kata Engkus.

Engkus mengatakan bahwa Tagana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta masih akan bersiaga menghadapi kemungkinan banjir akibat curah hujan maupun kiriman hingga bulan Maret 2013.

"Berdasarkan hasil rapat di BPBD Provinsi, kami bersiaga sampai Maret. Sebagaimana evaluasi dan antisipasi akan adanya banjir baik lokal maupun kiriman serta adanya potensi-potensi angin besar maupun puting beliung," kata Engkus.

Sumber : Antara


Baca Selengkapnya ....

Sungai Bekasi Meluap, Kawasan Jatiasih Lumpuh

Posted by Unknown 0 komentar
Sungai Bekasi Meluap, Kawasan Jatiasih Lumpuh Sungai Bekasi dan Cikeas meluap, Senin (4/2/2013), mengakibatkan Pondok Gede Permai terendam hingga Selasa (5/2/2013).

Luapan muka air di Sungai Bekasi dan Cikeas, Senin (4/2/2013) malam, membuat sekitar 300 rumah yang berada di 10 RW Kecamatan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, terendam air. Kondisi tersebut  menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.

"Lumpuh total karena akses kemana-mana mati," ujar Rudi Yulianto, warga RT 03 RW 10, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat kepada Kompas.com, Selasa (5/2/2013) pagi.

Rudi mengatakan, air secara bertahap masuk ke permukiman warga. Pertama, pukul 21.00 WIB warga diberitahu melalui RT setempat bahwa ketinggian air di Sungai Bekasi mencapai 450 cm. Ketinggian air pun memuncak pukul 23.00 hingga 650 cm dan akhirnya mulai meluap.

"Sekitar jam 24.00 air mulai luber ke rumah-rumah, lanjut kemudian air kiriman setinggi 630 cm datang pukul 01.00 WIB. Itu air di perumahan sudah tiga meter," ujar Rudi.

Musibah banjir di permukiman tersebut, kata Rudi, diperparah oleh jebolnya tanggul penahan Sungai Bekasi di RW 08. Alhasil, air kiriman dari Bogor, Jawa Barat sejak semalam pun mengalir deras ke permukiman warga. Kondisi itu bertahan hingga Selasa pagi.

Saat air mulai masuk ke permukiman warga, belum ada bantuan serta posko pengungsian didirikan. Namun, pada Selasa pagi, Forum Tagana Kota Bekasi diketahui telah mendirikan posko darurat untuk para pengungsi. Meski demikian posko itu diketahui belum maksimal karena baru berdiri dan masih banyak warga yang masih bertahan di lantai dua rumahnya.

Banjir itu, menurut Rudi, merupakan yang terparah. Daerah yang terendam air meliputi Villa Jati Rasa, Pondok Gede Permai, Kemang Ifi Graha, dan Pondok Metro Sari di Kelurahan Jati Rasa, Kecamatan Jati Asih, Bekasi. Banjir juga melanda Perumahan Jaka Kencana, Perumahan Departemen Tenaga Kerja, Pondok Pekayon, dan Pangkalan Bambu di Kelurahan Jaka Setia, Kelurahan Pekayon Jaya, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Sumber : kompas.com

Baca Selengkapnya ....

Cerita di balik serangan bertubi-tubi Yusuf Supendi ke PKS

Posted by Unknown 0 komentar
Cerita di balik serangan bertubi-tubi Yusuf Supendi ke PKS

Bukan kali ini saja Yusuf Supendi bersuara lantang mengkritik Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sejak tahun 2011, Yusuf sudah melakukan perang terbuka dengan bekas partainya tersebut.

Yusuf menabuh genderang perang lantaran dipecat dari keanggotaan PKS. Yusuf dituding menggelapkan uang yayasan yatim piatu. Yusuf sendiri pernah membantah telah mengkorup uang tersebut. Menurutnya, ia mendapatkan uang RP 25 juta itu dalam bentuk utang. Karena tak terima dipecat, Yusuf balik menyerang elite PKS.

Hal pertama yang dilakukan oleh Yusuf adalah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia mempersoalkan Surat Keputusan (SK) pemecatannya dari keanggotaan PKS. Menurutnya, SK itu telah melanggar aturan dan ketetapan AD/ART partai.

Waktu itu Yusuf menggugat 10 elite PKS yaitu Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Luthfi Hasan Ishaq, Anis Matta, Menkominfo Tifatul Sembiring, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, Mensos Salim Segaf Al Jufri, Mahfur Hassanudin, Fahri Hamzah, Rahmat Abdullah, dan Aus Hidayat Nur. Sayang, gugatan Yusuf ditolak pengadilan.

Tidak hanya melawan lewat jalur hukum, Yusuf dengan gagah melaporkan elite PKS ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2011. Dengan membawa sejumlah bukti, ia melaporkan Anis Matta yang waktu itu menjadi Sekjen partai. Mantan anggota Majelis Syuro PKS ini menuding Anis telah menilep dana kampanye Pilgub DKI tahun 2007.

Dari dana Rp 40 miliar yang diberikan cagub Adang Daradjatun, Anis dituduh mengantongi Rp 10 miliar untuk kepentingan pribadi. Yusuf anggap Anis telah melakukan penggelapan dana.

Perlawanan tidak berhenti di situ, mantan anggota DPR periode 2004-2009 itu juga pernah menerbitkan buku berjudul 'Menggugat Elite PKS'. Isinya mengupas soal dugaan korupsi dan tindakan amoral elite PKS.

Dua tahun berlalu, konflik Yusuf dengan elite PKS mereda. Namun, pekan lalu perang terbuka Yusuf dengan PKS kembali meledak.

Sumbu perang dimulai setelah KPK menangkap Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS. Luthfi ditahan setelah diduga menerima suap dalam kasus impor daging sapi.

Penangkapan Luthfi seolah membenarkan tudingan Yusuf selama ini jika ada korupsi di elite PKS. Sekarang, dalam beberapa hari terakhir Yusuf makin lantang menabuh perang. Bahkan, dia memprediksikan PKS akan hancur pada Pemilu 2014 jika masih dipimpin oleh Hilmi Aminuddin dan Anis Matta.

Mengapa Yusuf begitu gencar menyerang PKS akhir-akhir ini? "Karena saya (Yusuf Supendi) sudah dikenal berkata A ya tetap A," kata Yusuf kemarin.

"Pernah beberapa waktu lalu Tifatul Sembiring pernah menyerang saya, ketika saya pernah melaporkan beberapa elite PKS ke Badan Kehormatan (BK) dan KPK soal penyelewengan dana, lalu saya bilang Tifatul Anda orang yang pandai berpantun, tetapi Anda tidak pandai berpantun dengan data. Habis itu dia enggak berani serang saya lagi," imbuhnya.

Sumber: merdeka.com

Baca Selengkapnya ....

Ngorok Lebih Berbahaya Dibanding Kegemukan atau Rokok

Posted by Unknown 0 komentar
Ilustrasi mendengkur

Suara dengkur pasti mengganggu, tetapi lebih dari itu ngorok sebenarnya adalah alarm tanda bahaya bagi kesehatan kita. Bahkan tim peneliti dari Detroit AS menyatakan bahwa mendengkur lebih berbahaya dari merokok! Pendengkur mempunyai risiko lebih besar mengalami penebalan arteri karotis dibanding perokok, orang yang obes (gemuk) atau bahkan yang memiliki kadar kolesterol tinggi sekali pun.

Arteri karotis adalah pembuluh darah yang memberikan suplai ke daerah leher dan kepala, termasuk otak. Jika dinding pembuluh darah ini mengalami penebalan, bisa menjadi permulaan dari berbagai penyakit pembuluh darah lainnya.

Mendengkur dan sleep apnea

Mendengkur telah lama diketahui menjadi tanda dari henti nafas saat tidur atau sleep apnea. Henti nafas saat tidur terjadi akibat sempitnya saluran nafas, sehingga walau dada naik turun berusaha bernafas, tak ada udara yang dapat mengalir lewat. Akibatnya, oksigen akan turun sepanjang malam. Para ahli sudah menyatakan bahwa sleep apnea merupakan penyebab utama hipertensi, penyakit jantung, diabetes, impotensi hingga stroke.

Sebenarnya sejak tahun 2003, dunia kedokteran modern sudah mengamini bahwa salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah sleep apnea. Ini tertuang dalam laporan dari the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure yang lebih dikenal sebagai JNC7.

Sementara berbagai jurnal penelitian kedokteran terus berkembang dan memuat tentang bagaimana sleep apnea menyebabkan berbagai penyakit fatal seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung hingga stroke.

Penelitian

Namun penelitian ini menunjukkan bahwa jauh sebelum menjadi sleep apnea, suara dengkuran saja sudah merupakan tanda bahaya yang tak boleh diabaikan. Para peneliti mengamati data 913 pasien yang telah diperiksa di klinik gangguan tidur antara Desember 2006 hingga Januari 2012. Setelah diperiksa, dikumpulkan pasien yang mendengkur tapi tidak menderita sleep apnea.

Secara keseluruhan, ada 54 orang pasien mendengkur yang dilakukan pengukuran ketebalan dinding arteri karotis dengan menggunakan ultrasound (USG). Ketebalan arteri karotis dapat digunakan untuk melihat perkembangan penyakit aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Penebalan dinding arteri karotis merupakan tanda dari penyakit arteri karotis.

Hasilnya, pasien yang mendengkur memiliki arteri karotis yang lebih tebal dibanding yang tidak mendengkur. Para peneliti menduga getaran akibat ngoroklah yang menyebabkan trauma pada pembuluh darah hingga sebabkan peradangan dan pada akhirnya akibatkan penebalan pembuluh darah.

Penelitian ini juga mengungkapkan, secara statistik tak terdapat perbedaan yang bermakna pada penebalan arteri karotis pada pasien dengan atau tanpa risiko-risiko penyakit jantung-pembuluh darah yang selama ini kita kenal. Faktor-faktor risiko itu antara lain adalah merokok, diabetes, tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol yang tinggi.

Perawatan

Tahap pertama perawatan mendengkur adalah dengan mengenali adanya masalah. Keluarga dan kerabat harus meyakinkan penderita kalau ia mendengkur. Ya, pendengkur hanya tahu dirinya ngorok jika diberi tahu oleh orang lain.

Untuk perawatan medis, dimulai dengan pemeriksaan tidur untuk menegakkan diagnosa. Pemeriksaan di laboratorium tidur tak ubahnya pemeriksaan fungsi jantung atau pernafasan saja, bedanya ia dilakukan saat tidur. Kenapa saat tidur? Karena gangguan nafasnya hanya terjadi pada saat tidur.

Setelah diagnosa ditemukan baru dokter akan menentukan perawatan yang sesuai untuk kondisi setiap pendengkur. Biasanya menggunakan CPAP, operasi atau oral appliances.

CPAP singkatan dari continuous positive airway pressure, berupa sebuah alat yang dihubungkan ke hidung lewat masker. Perawatannya amat nyaman karena memberikan kualitas tidur yang maksimal.

Dua penelitian berbeda di Australia dan Eropa tahun 2003 menunjukkan bahwa setelah mendengkur dirawat dengan CPAP, risiko pasien menderita penyakit jantung koroner turun hingga 37 persen, sementara risiko stroke turun 56 persen. Sementara penelitian tahun 2004 dan 2005 menunjukkan bagaimana penggunaan CPAP pada pendengkur dengan diabetes membantu tingkatkan sensitivitas insulin serta kontrol gula darahnya.

Dampak

Di Amerika Serikat diperkirakan 40 persen pria dan 24 persen wanita adalah pendengkur. Walau kita mempunyai data yang valid di Indonesia diperkirakan jumlah pendengkur tidak jauh berbeda. Bayangkan berapa banyak di antara kita yang mengalami bahaya setiap tidurnya.

Mendengkur selama ini dianggap sebagai suara yang mengganggu. Di lingkungan pergaulan ngorok selalu menjadi bahan lelucon. Bahkan pihak asuransi sering menganggap dengkuran sebagai suatu gangguan yang bersifat kosmetik dan tidak membahayakan.

Tetapi dengan banyaknya data penelitian yang terus bertambah, suara ngorok tak dapat lagi kita abaikan. Para ahli kesehatan sudah mulai melihat dengkuran sebagai salah satu faktor risiko penyakit yang sejajar posisinya dengan hipertensi atau peningkatan kadar kolesterol.

Akhir kata, jika Anda menemukan rekan atau kerabat yang mendengkur, peringatkan. Dengan demikian Anda telah menyelamatkan nyawanya.

Sumber: kompas.com

Baca Selengkapnya ....

Kenali Gejala Kanker Sedini Mungkin

Posted by Unknown 0 komentar


Dunia memperingati tanggal 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia. Tahun ini tema besar yang diambil adalah Cancer - Did you know? Para pakar menilai kanker masih jadi masalah karena banyaknya mitos dan kurangnya pemahaman masyarakat, terutama akan gejala kanker.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan separuh dari kasus kanker di dunia terjadi di negara berkembang dan miskin. Padahal, angka kesembuhan kanker di negara-negara berkembang baru mencapai 30-40 persen, jauh jika dibandingkan dengan di negara Barat yang mencapai 80 persen.

Pemahaman akan gejala-gejala awal kanker dinilai sebagai faktor yang sangat penting untuk meningkatkan angka kesembuhan terapi kanker. Dengan memahami gejala kanker, terapi pengobatan bisa diberikan sedini mungkin sehingga harapan hidup lebih besar.

Gejala awal kanker meliputi borok di mulut yang tak sembuh-sembuh, perubahan suara, sulit menelan, batuk atau napas sesak, benjolan di payudara, atau perdarahan dari tubuh yang berlangsung lebih dari dua minggu.

Gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain pembesaran tahi lalat, perubahan frekuensi BAB, gangguan pencernaan, atau penurunan berat badan meski tidak sedang melakukan diet.

Segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut. Meski ternyata hasilnya belum tentu kanker, tetapi tak ada ruginya memeriksakan diri.

Ada beberapa tes atau pemeriksaan yang dapat membantu mendeteksi kanker. Sebagian besar tes dirancang untuk menemukan bentuk kanker yang umum pada mereka yang beresiko tinggi.

Kanker termasuk penyebab kematian utama di dunia. WHO memperkirakan kematian akibat kanker bisa mencapai 84 juta antara tahun 2005-2015 jika tidak dilakukan pencegahan.

Gaya hidup sehat bisa menurunkan risiko kanker. Karena itu mulailah berolahraga, menerapkan pola makan sehat, berhenti merokok, mencegah kegemukan, serta menjauhi alkohol.

Sumber: kompas.com

Baca Selengkapnya ....

Waspada, Keracunan Merkuri dari Kosmetik

Posted by Unknown Minggu, 03 Februari 2013 0 komentar


Definisi cantik bagi kebanyakan perempuan tak jauh dari citra yang digaungkan di media massa, rambut lurus, langsing, dan berkulit putih. Terjerat mitos tersebut, banyak perempuan tak peduli lagi apakah produk perawatan kecantikan yang dipakai mengandung zat berbahaya atau tidak.

Pada hampir penyelidikan yang dilakukan di sejumlah daerah, Badan Pengawasan Obat dan Kosmetik (BPOM) kerap menemukan kosmetik dengan kandungan bahan berbahaya, terutama merkuri. Jumlahnya bukan cuma sedikit, tapi ribuan. Sebagian besar adalah produk ilegal dari China.

Produk tersebut biasanya pemutih kulit, krim perawatan kulit (krim pagi/malam), lipstik, pewarna kelopak mata, dan produk make up lain.

Paparan merkuri bisa menyebabkan dampak serius bagi kesehatan. "Bisa merusak ginjal dan sistem saraf. Selain itu efeknya pada janin adalah mengganggu perkembangan otak, juga pada bayi dan balita," kata Charles Lee, dari Food and Drug Adminitration (FDA) AS.

Yang perlu diwaspadai, kita tetap bisa terpapar merkuri meski tak menggunakannya secara langsung ke kulit. Menurut Lee, seseorang, terutama anak-anak, bisa terpapar merkuri hanya dengan menghirup uap dari benda-benda yang mengandung merkuri.

"Anak-anak juga bisa terpapar jika mereka menyentuh orangtuanya yang memakai produk mengandung merkuri. Apalagi jika tanpa sengaja anak memasukkan tangannya ke mulut," katanya.

Apabila terserap kulit, merkuri akan masuk ke aliran darah dan sistem saraf sehingga bisa menimbulkan efek pusing, mudah marah, susah tidur, dan dalam jangka panjang merusak ginjal.

Lindungi diri dan anak-anak dengan menghindari produk kosmetik berbahaya tersebut. Simak tips berikut:

- Periksa label produk kosmetik pencerah kulit atau antipenuaan (anti-aging). Jangan beli produk yang mengandung kata "mercurous chloride", "calomel", "mercuric", "mercurio", atau "mercury".

- Jika produk tidak memiliki label atau daftar kandungannya, jangan gunakan produk tersebut. Undang-undang mewajibakan daftar kandungan disebut dalam kemasan obat atau kosmetik.

- Sebaiknya Anda tidak membeli produk yang tidak memiliki label bahasa Indonesia.

- Bila Anda curiga produk kosmetik yang sekarang digunakan mengandung merkuri, segera hentikan.
 
Sumber : Everyday Health


Baca Selengkapnya ....

Tiket

Popular Posts

LAYANAN TIKET PESAWAT MURAH support SENI BERBELANJA DI RUMAH - Original design by Bamz | Copyright of Berbagi Berita Terkini.